Populer

Pesan Singkat

Rabu, Desember 10, 2008
Karena banyak request untuk mencari arti dari simbol-simbol dari produk plastik, kami mendapatkan sebuah artikel dari blog aku ingin hijau yang membahas tentang arti simbol-simbol tersebut, mari kita simak.
1-PETE#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret. 2-HDPE#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian. 3-V#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. 4-LDPE#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan. 5-PP#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik. 6-PS#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China. 7-other#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Jumat, Desember 05, 2008
Bagi Anda yang belum tahu Plat-plat nomor polisi para pejabat RI Mobil dinas pejabat negara memiliki plat nomor khusus. Jika pada saat pejabat tersebut bertugas ke wilayah di luar ibukota RI atau kunjungan dinas ke luar negeri, maka plat nomor tersebut akan dipasangkan pada mobil yang dinaiki oleh pejabat bersangkutan. Berikut adalah daftar nomor polisi untuk kenderaan pejabat penting di Indonesia:
* RI 1: Presiden * RI 2: Wakil Presiden * RI 3: Istri/suami presiden * RI 4: Istri/suami wakil presiden * RI 5: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat * RI 6: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat * RI 7: Ketua Dewan Perwakilan Daerah * RI 8: Ketua Mahkamah Agung * RI 9: Ketua Mahkamah Konstitusi * RI 10: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan * RI 11: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan * RI 12: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian * RI 13: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat * RI 14: Menteri Sekretaris Negara * RI 15: Menteri Sekretaris Kabinet * RI 16: Menteri Dalam Negeri * RI 17: Menteri Luar Negeri * RI 18: Menteri Pertahanan * RI 19: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia * RI 20: Menteri Keuangan * RI 21: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral * RI 22: Menteri Perindustrian * RI 23: Menteri Perdagangan * RI 24: Menteri Pertanian * RI 25: Menteri Kehutanan * RI 26: Menteri Perhubungan * RI 27: Menteri Kelautan dan Perikanan * RI 28: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi * RI 29: Menteri Pekerjaan Umun * RI 30: Menteri Kesehatan * RI 31: Menteri Pendidikan Nasional * RI 32: Menteri Sosial * RI 33: Menteri Agama * RI 34: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata * RI 35: Menteri Komunikasi dan Informasi * RI 36: Menteri Negara Riset dan Teknologi * RI 37: Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah * RI 38: Menteri Negara Lingkungan Hidup * RI 39: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan * RI 40: Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara * RI 41: Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal * RI 42: Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional * RI 43: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara * RI 44: Menteri Negara Perumahan Rakyat * RI 45: Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga * RI 46: Jaksa Agung * RI 47: Panglima Tentara Nasional Indonesia * RI 48: Kepala Kepolisian Republik Indonesia * RI 52: Wakil Ketua DPR * RI 59: Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Corps Diplomatic dan Corps Consular Mobil milik Corps Diplomatic (Kedutaan Besar maupun Organisasi Internasional) memiliki kode khusus, yakni CD diikuti dengan angka. Untuk mendapatkan STNK dan BPKB, haruslah mendapatkan rekomendasi dari Departemen Luar Negeri. Berikut adalah daftar nomor polisi untuk Corps Diplomatic di Indonesia: * CD 12: Amerika Serikat * CD 13: India * CD 14: Britania Raya * CD 15: Vatikan * CD 16: Norwegia * CD 17: Pakistan * CD 18: Myanmar * CD 19: China * CD 20: Swedia * CD 21: Arab Saudi * CD 22: Thailand * CD 23: Mesir * CD 24: Perancis * CD 25: Filipina * CD 26: Australia * CD 27: Irak * CD 28: Belgia * CD 29: Uni Emirat Arab * CD 30: Italia * CD 31: Swiss * CD 32: Jerman * CD 33: Sri Lanka * CD 34: Denmark * CD 35: Kanada * CD 36: Brazil * CD 37: Rusia * CD 38: Afghanistan * CD 39: Yugoslavia (Serbia ?) * CD 40: Republik Ceko * CD 41: Finlandia * CD 42: Meksiko * CD 43: Hongaria * CD 44: Polandia * CD 45: Iran * CD 47: Malaysia * CD 48: Turki * CD 49: Jepang * CD 50: Bulgaria * CD 51: Kamboja * CD 52: Argentina * CD 53: Romania * CD 54: Yunani * CD 55: Yordania * CD 56: Austria * CD 57: Suriah * CD 58: UNDP * CD 59: Selandia Baru * CD 60: Belanda * CD 61: Yaman * CD 62: UPU * CD 63: Portugal * CD 64: Aljazair * CD 65: Korea Utara * CD 66: Vietnam * CD 67: Singapura * CD 68: Spanyol * CD 69: Bangladesh * CD 70: Panama * CD 71: UNICEF * CD 72: UNESCO * CD 73: FAO * CD 74: WHO * CD 75: Korea Selatan * CD 76: ADB * CD 77: Bank Dunia * CD 78: IMF * CD 79: ILO * CD 80: Papua Nugini * CD 81: Nigeria * CD 82: Chili * CD 83: UNHCR * CD 84: WFP * CD 85: Venezuela * CD 86: ESCAP * CD 87: Colombia * CD 88: Brunei * CD 89: UNIC * CD 90: IFC * CD 91: UNTAET * CD 97: Palang Merah * CD 98: Maroko * CD 99: Uni Eropa * CD 100: ASEAN (Sekretariat) * CD 101: Tunisia * CD 102: Kuwait * CD 103: Laos * CD 104: Palestina * CD 105: Kuba * CD 106: AIPO * CD 107: Libya * CD 108: Peru * CD 109: Slowakia * CD 110: Sudan * CD 111: ASEAN (Yayasan) * CD 112: (Utusan) * CD 113: CIFOR * CD 114: Bosnia-Herzegovina * CD 115: Libanon * CD 116: Afrika Selatan * CD 117: Kroasia * CD 118: Ukraina * CD 119: Mali * CD 120: Uzbekistan * CD 121: Qatar * CD 122: UNFPA * CD 123: Mozambik * CD 124: Kepulauan Marshall Kode Wilayah Pendaftaran Kendaraan Bermotor Kode wilayah pendaftaran kendaraan bermotor ditetapkan oleh Peraturan Kapolri Nomor Polisi 4 Tahun 2006. Sumatera * BL = Nanggroe Aceh Darussalam * BB = Sumatera Utara Bagian Barat (Tapanuli) * BK = Sumatera Utara * BA = Sumatera Barat * BM = Riau * BP = Kepulauan Riau * BG = Sumatera Selatan * BN = Kepulauan Bangka Belitung * BE = Lampung * BD = Bengkulu * BH = Jambi Jawa DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat * A = Banten: Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, sebagian Kabupaten Tangerang * B = DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi, Kota Depok * D = Kabupaten/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat * E = eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan (E - YA/YB/YC/YD) * F = eks Karesidenan Bogor: Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten/Kota Sukabumi * T = Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang * Z = Kabupaten Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar [1] Jawa Tengah dan DI Yogyakarta * G = eks Karesidenan Pekalongan: Kabupaten (G - B)/Kota Pekalongan (G - A), Kabupaten (G - F)/Kota Tegal (G - E), Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang (G-C), Kabupaten Pemalang (G - D) * H = eks Karesidenan Semarang: Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal (H - D), Kabupaten Demak * K = eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati (K - A), Kabupaten Kudus (K - B), Kabupaten Jepara (K - C), Kabupaten Rembang (K - D), Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan * R = eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara * AA = eks Karesidenan Kedu: Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo * AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo * AD = eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta (AD), Kabupaten Sukoharjo (AD - B), Kabupaten Boyolali (AD - D), Kabupaten Sragen (AD - E), Kabupaten Karanganyar (AD - F), Kabupaten Wonogiri (AD - G), Kabupaten Klaten (AD - C) Jawa Timur * L = Kota Surabaya * M = eks Karesidenan Madura: Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan * N = eks Karesidenan Malang: Kabupaten/Kota Malang, Kabupaten/Kota Probolinggo, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kota Batu * P = eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi * S = eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang[2] * W = Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik[3] * AE = eks Karesidenan Madiun: Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan * AG = eks Karesidenan Kediri: Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek Catatan: 1. ^ Daerah dengan kode wilayah Z sebelumnya memiliki kode wilayah D (eks Karesidenan Parahyangan) 2. ^ Jombang memiliki kode wilayah S sejak tahun 2005, sebelumnya memiliki kode wilayah W 3. ^ Daerah dengan kode wilayah W sebelumnya memiliki kode wilayah L (eks Karesidenan Surabaya) Bali dan Nusa Tenggara * DK = Bali * DR = NTB I (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah) * EA = NTB II (Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima) * DH = NTT I (Pulau Timor: Kabupaten/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao) * EB = NTT II (Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor) * ED = NTT III (Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur) Kalimantan * KB = Kalimantan Barat * DA = Kalimantan Selatan * KH = Kalimantan Tengah * KT = Kalimantan Timur Sulawesi * DB = Sulawesi Utara Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan) * DL = Sulawesi Utara Kepulauan (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud) * DM = Gorontalo * DN = Sulawesi Tengah * DT = Sulawesi Tenggara * DD = Sulawesi Selatan * DC = Sulawesi Barat Maluku dan Papua * DE = Maluku * DG = Maluku Utara * DS = Papua dan Papua Barat Lain-lain * DF = Timor Timur (tidak digunakan, karena telah menjadi negara tersendiri)
Rabu, Desember 03, 2008
Baturetno - Dua remaja puteri, warga Dusun Ngemplak, Tirtosworo, Giriwoyo, tewas dalam kecelakaan yang terjadi di jalur utama Baturetno- Giriwoyo, Minggu (30/11) pagi. Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan, kecelakaan terjadi di jalur utama Baturetno-Giriwoyo, tepatnya di Dusun Batukidul, Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, sekitar pukul 9.30 WIB.
Ketika itu, kedua korban yang merupakan kakak-beradik, Reni, 18, dan Tia, 12, melaju dari arah selatan dengan mengendarai sepeda motor bernomor polisi B 5316 DM. Sejumlah saksi mata menyebut sepeda motor yang ditumpangi kakak-beradik itu berusaha mendahului sebuah mobil Toyota Kijang yang berada di depannya. Namun, sepeda motor itu menyenggol mobil tersebut dan oleng. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan meluncur mobil Suzuki Carry dengan Nopol B 2940 XI yang dikemudikan Windiono, 21, warga Dusun Kedokan, Tukulrejo, Giriwoyo. Lantaran jarak keduanya yang terlalu dekat, kedua kendaraan pun tak lagi mampu menghindar dan langsung bertabrakan. Kerasnya benturan bahkan membuat kedua kakak beradik itu terpental. “Saya saat itu berjalan dari arah utara, dari kejauhan saya melihat sepeda motor dua remaja itu menyenggol mobil didepannya saat hendak menyalip. Setelah itu, motor itu langsung menabrak mobil saya,” terang Windiono saat ditemui wartawan tak lama setelah kejadian. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut pun segera memberi pertolongan kepada kedua korban, namun terlambat, keduanya meninggal dunia akibat menderita luka yang cukup parah. Terpisah, Kapolres Wonogiri AKBP Agus Djaka Santosa melalui Kasat Lantas AKP Sukmawati melalui Kanit Laka Polres Wonogiri, Iptu Gunawan, saat dimintai konfirmasi, menyatakan kejadian itu tengah dalam penanganan pihak kepolisian. “Saat ini kami tengah meluncur ke lokasi untuk penanganan lebih lanjut,” terang Gunawan. Dua barang bukti berupa sepeda motor dan mobil Suzuki Carry pun segera diamankan pihak kepolisian. - Oleh : ewy sumber: http://www.solopos.net/zindex_menu.asp?kodehalaman=h42&id=250838
Sabtu, November 29, 2008
WONOGIRI - Gerakan massal safari laskar penghijauan Kabupaten Wonogiri, dalam rangka pelaksanaan program nasional Indonesia menanam 2008, Kamis (28/11), mengukir prestasi spektakuler dengan memecahkan rekor penanaman pohon terbanyak dunia, yang dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri).
Terkait keberhasilan ini, Direktur Muri yang diwakili Sri Widawati SH, menyerahkan piagam penghargaan pemecahan rekor kepada Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH. ’’Keberhasilan laskar penghijauan Kabupaten Wonogiri ini, kami catat sebagai rekor dunia di Muri sebagai pemecahan rekor yang ke 3.475,’’ tegas Sri Widawati.

Jumat, November 28, 2008
Wonogiri (Espos)---Laskar penghijauan Wonogiri bakal melakukan penanaman pohon sebanyak 31,7 juta yang dipusatkan di Desa Tawangharjo Kecamatan Giriwoyo, Jumat (28/11).
Selain sebagai tindak lanjut imbauan pemerintah pusat, penanaman pohon tersebut diarahkan untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan di enam Subdas di Wonogiri. Menurut Plt Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan dan Pertambangan (LHKP) Wonogiri, Pranoto berbagai jenis tanaman yang ditanam, seperti pohon jenis jati, mahoni, tanaman jenis hortikultura dan lain sebagainya. Acara tersebut sedianya selain dihadiri Bupati Wonogiri, Begug Poernomosidi beserta jajaran Muspida, juga akan dihadiri Asisten Deputi Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Skala Kecil atau Rumah Tangga, Tri Bangun Laksono. ”Dengan pencapaian 31,7 juta pohon itu secara otomatis sudah melebihi target awal yang hanya 25 juta pohon. Jika dirata-rata satu pohon senilai Rp 1.000, maka dengan jumlah tersebut dalam penanaman kali ini ditaksir memakan dana Rp 31,7 miliar,” tegasnya saat ditemui wartawan di Lapangan Dusun Mojosawit, Desa Tawangharjo, Kecamatan Giriwoyo, Rabu (26/11). Menurut dia, pelaksanaan penanaman pohon secara resmi dilakukan sejak 28 November hingga 22 Desember. Nantinya, sejak dimulainya penanaman bakal dilanjutkan di 25 kecamatan secara berturut-turut. Dengan demikian, selama kurun waktu tersebut masyarakat Wonogiri bakal melakukan penanaman pohon secara nonstop. ”Penanaman itu akan diakhiri di Kecamatan Jatiroto. Di sana nanti, juga disertai gerakan perempuan menanam pohon, karena momennya bertepatan dengan Hari Ibu,” kata dia. Pada kesempatan yang sama, Plt Kasubdin Lingkungan, Setyo Susilo mengatakan kondisi enam Subdas yang ada di Wonogiri diakui sudah menunjukkan indikasi kerusakan. Sehingga, salah satu terbaik untuk menangani hal itu adalah meningkatkan gerakan penanaman pohon. Enam Subdas di Wonogiri tersebut, terdiri atas Subdas Bengawan Solo hulu, Alang Nanggahan, Wuryantoro, Wiroko, Temon, dan Keduang. Oleh: Ponco Suseno sumber:http://solopos.com/berita.php?ct=17314&d1=wonogiri
Jumat, November 14, 2008
Gusti Allah Tidak nDeso Oleh: Emha Ainun Nadjib Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun. Cak Nun, kata sang penanya, misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu: pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?
Cak Nun menjawab lantang, Ya nolong orang kecelakaan. Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang? kejar si penanya. Ah, mosok Allah ndeso gitu, jawab Cak Nun. Kalau saya memilih shalat Jumat, itu namanya mau masuk surga tidak ngajak-ngajak, katanya lagi. Dan lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan sembahyang sebagai credit point pribadi. Bagi kita yang menjumpai orang yang saat itu juga harus ditolong, Tuhan tidak berada di mesjid, melainkan pada diri orang yang kecelakaan itu. Tuhan mengidentifikasikan dirinya pada sejumlah orang. Kata Tuhan: kalau engkau menolong orang sakit, Akulah yang sakit itu. Kalau engkau menegur orang yang kesepian, Akulah yang kesepian itu.Kalau engkau memberi makan orang kelaparan, Akulah yang kelaparan itu. Seraya bertanya balik, Emha berujar, Kira-kira Tuhan suka yang mana dari tiga orang ini. Pertama, orang yang shalat lima waktu, membaca al-quran, membangun masjid, tapi korupsi uang negara. Kedua, orang yang tiap hari berdakwah, shalat, hapal al-quran, menganjurkan hidup sederhana, tapi dia sendiri kaya-raya, pelit, dan mengobarkan semangat permusuhan. Ketiga, orang yang tidak shalat, tidak membaca al-quran, tapi suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang? Kalau saya, ucap Cak Nun, memilih orang yang ketiga. Kalau korupsi uang negara, itu namanya membangun neraka, bukan membangun masjid. Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya bukan membaca al-quran, tapi menginjak-injaknya. Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya tidak sembahyang, tapi menginjak Tuhan. Sedang orang yang suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang, itulah orang yang sesungguhnya sembahyang dan membaca Al-Quran. Kriteria kesalehan seseorang tidak hanya diukur lewat shalatnya. Standar kesalehan seseorang tidak melulu dilihat dari banyaknya dia hadir di kebaktian atau misa. Tolok ukur kesalehan hakikatnya adalah output sosialnya : kasih sayang sosial, sikap demokratis, cinta kasih, kemesraan dengan orang lain, memberi, membantu sesama. Idealnya, orang beragama itu seharusnya memang mesti shalat, ikut misa, atau ikut kebaktian, tetapi juga tidak korupsi dan memiliki perilaku yang santun dan berkasih sayang. Agama adalah akhlak. Agama adalah perilaku. Agama adalah sikap. Semua agama tentu mengajarkan kesantunan, belas kasih, dan cinta kasih sesama. Bila kita cuma puasa, shalat, baca al-quran, pergi ke kebaktian, ikut misa, datang ke pura, menurut saya, kita belum layak disebut orang yang beragama. Tetapi, bila saat bersamaan kita tidak mencuri uang negara, meyantuni fakir miskin, memberi makan anak-anak terlantar, hidup bersih, maka itulah orang beragama. Ukuran keberagamaan seseorang sesungguhnya bukan dari kesalehan personalnya, melainkan diukur dari kesalehan sosialnya. Bukan kesalehan pribadi, tapi kesalehan sosial. Orang beragama adalah orang yang bisa menggembirakan tetangganya. Orang beragama ialah orang yang menghormati orang lain, meski beda agama. Orang yang punya solidaritas dan keprihatinan social pada kaum mustadh'afin (kaum tertindas). Juga tidak korupsi dan tidak mengambil yang bukan haknya. Karena itu, orang beragama mestinya memunculkan sikap dan jiwa sosial tinggi. Bukan orang-orang yang meratakan dahinya ke lantai masjid, sementara beberapa meter darinya, orang-orang miskin meronta kelaparan. ~
Pasca penemuan sumber air Luweng Pace tahun 2005 silam, baru-baru ini di kawasan Giritontro kembali ditemukan sebuah sumber air dengan debit air mencapai 400 liter perdetik.
Penemuan dua luweng dengan debit air cukup besar ini diharapkan dapat mengatasi kekeringan yang kerap melanda kawasan ini. “Baru-baru ini, di kawasan kami memang baru ditemukan sumber air baru dalam sebuah Luweng yaitu Luweng Dawung tepatnya di Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro,” terang Sariman, Cmat Giritontro yang ditemui Espos di Wonogiri, Senin (10/11). Sumber air tersebut, sambung Sariman, ditemukan oleh sejumlah mahasiswa pencinta alam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang beberapa waktu lalu melakukan penelusuran di kawasan langganan kekringan itu. Setelah melalui sejumlah pengamatan, debit air dari Luweng Dawung diperkirakan sama besarnya dengan debit air Luweng Pace yaitu sekitar 400 liter per detik. Sebagai informasi, Giritontro adalah satu dari delapan wilayah kecamatan di Wonogiri yang dikategorikan sebagai daerah rawan kekeringan. Di Giritontro sendiri, setidaknya ada lima desa yang tergolong rawan kekeringan, yaitu Jatirejo, Bayemharjo, Tlogosari, Tlogoharjo, dan NgargoharjoPenemuan sumber air baru ini, sudah barang tentu memunculkan harapan baru bagi masyarakat sekitar yang selama ini akrab dengan kekeringan. “Keberadaan Luweng Dawung, nantinya bisa melengkapi kebutuhan air dari Luweng Pace yang rencananya akan mulai dieksplorasi tahun depan,” kata Sariman lagi. Oleh: Esmasari Widyaningtyas sumber :http://www.solopos.com/berita.php?ct=16232&d1=wonogiri
Kamis, Oktober 16, 2008
Giriwoyo - Kematian Tukimin M Rejo, 56, warga Sembung RT 05/RW III Kelurahan Girikikis, kecamatan Giriwoyo mulai mengarah ke titik terang. Pihak Kepolisian Resor (Polres) Wonogiri yang menangani kasus ini menyatakan pada kepala mayat korban ditemukan luka. Kendati begitu, belum diketahui secara pasti apakah luka tersebut sebagai penyebab kematian korban. ”Kasus itu saat ini sedang dalam tahap lidik (penyelidikan-red), yang jelas, berdasarkan hasil autopsi memang ditemukan luka di bagian kepala,” terang Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Sugiyo SH mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Agus Djaka Santosa saat dihubungi Espos, Jumat (3/10).
Seperti diberitakan sebelumnya, Tukimin ditemukan di jalan utama di Desa Tirtosworo, Selasa (30/9) silam. Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan pria ini tewas. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan, pria ini diduga meninggal sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara, jenazahnya baru ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WIB, Selasa silam. - Oleh : ewy sumber : http://www.solopos.net/zindex_menu.asp?kodehalaman=h42&id=83034
Jumat, September 26, 2008
Warga Kelurahan Giriwoyo tahun ini akan mengadakan sholat IDUL FITRI yang akan dipusatkan di Lapangan Giriwoyo, yang sebelumnya sholad ID diadakan didaerah masing-masing tahun ini kembali Kelurahan Giriwoyo mengadakan sholat Id bersama yang dipusatkan di lapangan Giriwoyo. Untuk Imam pada pelaksanaan Sholat ID tersebut Insya Alloh Bapak Zaini Dahlan dari Brak Lor dan untuk Khotib Bapak Katemin dari Kamalan.
Malam hari raya Idul Fitri akan diadakan Takbir Keliling yang sudah biasa dilakukan di kelurahan giriwoyo. yang akan dipusatkan dan diberangkatkan dari Masjid Mujahidin Giriwoyo dan diperkirakan keliling ke Giritonto dan Baturetno. Selamat idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Selasa, September 23, 2008
Giriwoyo - Warga Desa Tirtosworo, Kecamatan Giriwoyo mendesak Pemerintah Kabupaten segera menindaklanjuti pengunduran diri Kepala Desa (Kades) Tirtosworo, Daryatmo. Pasalnya, akibat ketidakjelasan tersebut, banyak perangkat desa setempat yang mogok bekerja. Alhasil pelayanan kepada masyarakat pun terkendala.
”Kami harap segera ada kejelasan soal pengunduran diri Kades Tirtosworo. Kini banyak perangkat desa yang mogok kerja. Kami masyarakat jadi terganggu dengan kondisi itu,” kata tokoh masyarakat setempat, Thomas Soetardjo, 60, kepada Espos, Sabtu (20/9). Secara pribadi, ia salut dengan langkah Daryatmo yang mengundurkan diri dari jabatan Kades lantaran merasa tak mampu melaksanakan tugas. Sayangnya, sebut dia, niat baik itu, ternyata harus melalui proses yang cukup panjang. Salah satunya adalah penolakan surat pengunduran diri Daryatmo karena dianggap tidak sesuai prosedur. ”Setahu saya surat itu sudah diserahkan kepada Camat, namun karena surat itu ditujukan langsung kepada Bupati, maka oleh Camat, surat itu diserahkan kepada Kasi Pemerintahan Kecamatan untuk dikembalikan ke desa. Desa diminta mengirim sendiri ke Kantor Kabupaten,” terang Soetardjo. Ternyata, saat pihak desa mengantarkan surat tersebut ke secara langsung ke Kantor Pemkab Wonogiri, justru dianggap tidak sesuai prosedur. Hal ini, lanjutnya, menimbulkan kebingungan. Tak hanya itu, proses pengunduran diri yang tak dikomunikasikan dengan para perangkat desa, dinilai Soetarjo menjadi penyebab kekecewaan sebagian perangkat desa, sehingga mereka memutuskan untuk mogok. Dalam kesempatan tersebut, Soetardjo juga sempat mengungkap sebagian permasalahan yang timbul di desa dan ditengarai menjadi penyebab pengunduran diri Daryatmo. Salah satunya adalah soal pengangkatan saudara Daryatmo, Sri Wahyuningsih sebagai kepala Dusun Klego. ”Pengangkatan itu sempat ditentang warga. Sebagian besar tak menghendaki pengangkatan Sri Wahyuningsih sebagai Kadus,” tambah dia. Mundur lagi Terpisah, Daryatmo, mengaku telah melakukan pencabutan surat pengunduran dirinya yang pertama, dan kembali mengajukan surat pengunduran diri baru dengan melalui Camat Giriwoyo. ”Surat pengunduran diri pertama yang dianggap tidak sesuai prosedur itu sudah saya cabut. Sebagai gantinya, saya sudah ajukan surat yang baru, tinggal menunggu bagaimana tindak lanjut Camat dan Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Setda Wonogiri,” papar Daryatmo saat dihubungi Espos, kemarin. Lebih jauh, ia mengaku pengunduran dirinya tersebut diajukannya tanpa unsur paksaan dari pihak manapun. Ia merasa tidak mampu menangani berbagai persoalan yang ada. Kendati begitu, Daryatmo enggan mengungkap secara gamblang permasalahan yang dihadapinya. Dalam kesempatan itu, Daryatmo juga menampik keras isu pemogokan para perangkat desa. ”Hingga saat ini semua masih bekerja seperti biasa. Tidak benar ada pemogokan perangkat desa. Kalaupun ada yang tidak masuk karena ada kepentingan keluarga atau hal lain, saya rasa hal itu cukup wajar,” tegasnya dia. - Oleh : Esmasari Widyaningtyas sumber : http://www.solopos.net/zindex_menu.asp?kodehalaman=h42&id=81658
Jumat, September 19, 2008
Wonogiri - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menyediakan layanan hot spot gratis di seluruh kecamatan selama dua pekan, mulai sepekan menjelang Lebaran dan sepekan setelah Lebaran.
Kepala Kantor Pengelolaan Data Elektronik (PDE) Wonogiri, UMT Sudarto, di Wonogiri, Rabu (17/9), menyebutkan bahwa layanan tersebut dimaksudkan untuk memberi pelayanan kepada masyarakat umum, baik pemudik maupun warga setempat. ”Kalau tahun sebelumnya, kami baru bisa memberi pelayanan hot spot gratis di 14 kecamatan, sekarang sudah semakin luas di 25 kecamatan,” terangnya. Selain menyediakan layanan hot spot gratis di tiap kecamatan, PDE juga menyediakan layanan serupa di kawasan Kantor Pemkab Wonogiri. ”Berbeda dengan layanan yang ada di kecamatan yang hanya bisa dinikmati selama dua pekan, layanan hot spot di sekitar Kantor Pemkab bisa dinikmati sepanjang tahun,” kata dia lagi. - Oleh : ewy sumber : http://www.solopos.net/zindex_menu.asp?kodehalaman=h42&id=81150
Jumat, September 12, 2008
Giriwoyo - Perangkat Desa Tirtosworo, Kecamatan Giriwoyo, Rabu (10/9) lalu, melancarkan aksi mogok sebagai buntut dari ketidakjelasan proses pengunduran diri kepala desa setempat, Daryatmo. Mereka memilih tak menghadiri rapat tingkat desa.
Sebanyak 12 dari 14 perangkat desa yang ada, mengaku urung menghadiri rapat koordinasi tingkat desa rutin, Rabu kemarin. ”Kami memutuskan tidak hadir dalam rapat koordinasi sebagai wujud dari kekecewaan kami terhadap ketidakjelasan proses pengunduran diri Kades Tirtosworo, Daryatmo,” jelas Kepala Dusun Manggung, Desa Tirtosworo, Putut Nursetyanto, kepada Espos. Ditambahkan Putut, ketidakhadiran 12 perangkat desa tersebut diartikan pula sebagai aksi mogok perangkat desa yang dipicu oleh ketidaktegasan Pemkab. Bila proses pengunduran diri tersebut tak kunjung mendapat ketegasan dari Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Setda Wonogiri, Putut dan rekan-rekannya mengancam melakukan mogok kerja total. ”Yah, kalau tak kunjung ada kepastian, kami akan mogok, meninggalkan tugas-tugas,” tegasnya lagi. Sesuai prosedur Seperti sempat diberitakan sebelumnya, Bagian Pemdes Setda Wonogiri menolak pengajuan pengunduran diri Daryatmo lantaran dianggap tak sesuai prosedur. Berdasarkan aturan, sebelum surat pengunduran diri diajukan ke Bagian Pemdes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) semestinya melakukan koordinasi dengan kecamatan setempat sebagai perpanjangan tangan Pemkab di daerah. ”Kami sudah minta pihak desa untuk mengajukan diri sesuai prosedur, artinya harus melalui Camat terlebih dulu. Kalau tidak, ya tidak akan kami proses. Aturannya memang seperti itu,” terang Kepala Bagian Pemdes Setda Wonogiri, Sunarso saat ditemui Espos di ruang kerjanya, kemarin. Ditambahkan Sunarso, hingga saat ini, ia belum mendapat kabar kelanjutan pengunduran diri tersebut. Hal senada juga disampaikan Camat Giriwoyo, Bawarto. Bawarto menjelaskan bahwa BPD Tirtosworo, hingga kemarin, belum memberi kabar mengenai pengunduran diri Daryatmo tersebut. ”Saya belum dapat informasi apapun terkait dengan pengunduran diri tersebut, yang jelas seperti saya jelaskan sebelumnya, pihak Kecamatan dan Pemdes Setda Wonogiri menyarankan agar pengunduran diri dilakukan secara prosedural sehingga bisa diproses dan ditindak lanjuti,” kata dia. Menanggapi hal itu, Putut bersikukuh bahwa ia dan rekan perangkat desa lainnya membutuhkan penegasan resmi dari Bagian Pemdes. ”Surat yang kami sampaikan itu kan surat resmi, semestinya juga ditanggapi dengan keterangan resmi atau surat resmi juga, bukan hanya pernyataan di media,” kata dia lagi. - Oleh : Esmasari Widyaningtyas [solopos.net]
Senin, September 08, 2008
Seperti kebanyakan daerah lain di kawasan selatan Wonogiri, Desa Gambirmanis, Pracimantoro memang tercatat sebagai salah satu daerah paling kering.
Setiap tahun, warga desa ini, harus menghabiskan ratusan ribu rupiah hanya untuk mendapatkan air bersih yang layak. ”Kalau pakai air di sini (Desa Gambirmanis-red) harus hemat, di sini air susah dicari,” ujar Sukini salah satu warga Desa Gambirmanis. Meski terkenal sebagai daerah kering, bukan berarti desa ini tak memiliki potensi yang bisa dikembangkan. ”Produksi singkong di desa kami cukup baik,” ujar Kepala Desa Gambirmanis, Subardjo, saat ditemui Espos di Wonogiri, beberapa waktu lalu. Di Gambirmanis, singkong memang menempati posisi teratas sebagai tanaman pangan bagi masyarakat setempat. Saking melimpahnya produksi singkong di Gambirmanis, oleh penduduk setempat singkong tak habis dimanfaatkan untuk bahan pangan sehari-hari, selebihnya dijual untuk sebagai tambahan penghasilan. ”Hasil pertanian andalan di Gambirmanis ya singkong. Kalau sedang panen, singkong dari daerah kami sampai dikirim ke luar daerah. Dikumpulkan ke pengepul-pengepul lalu dibawa keluar daerah dengan truk,” terang Subardjo lagi. Singkong memang salah satu tanaman yang mampu bertahan bahkan berkembang di lahan pertanian minimnya air. Kekeringan membuat petani setempat tak punya banyak pilihan dalam menanam. Untuk menyiasatinya, petani kerap menggunakan sistem tumpang sari. Selain singkong, Gambirmanis sebenarnya memiliki potensi lain yang dapat dikembangkan, yaitu kerajinan pembuatan mebel. Di Gambirmanis ada satu pengrajin mebel, tapi belum bisa berkembang karena modalnya kecil,” kata Subardjo. Keberadaan pengrajin mebel ini, sambung dia, sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang bila mendapat modal yang cukup, apalagi pembuatan mebel itu bisa disinergikan dengan pengembangan kerajinan ukiran yang ada di desa itu. ”Bidang pertanian berbeda dengan kerajinan, karena itu modal yang dibutuhkan juga tidak sedikit, belum lagi pemasaran untuk mebel juga belum terlalu luas. Maklum akses transportasi ke Gambirmanis belum terlalu baik.” - Oleh : Esmasari Widyaningtyas [solopos.net]
Keberadaan mesjid di suatu daerah, seperti juga keberadaan istana kerap kali menandai permulaan munculnya peradaban di kawasan tersebut.
Seperti keberadaan mesjid kuno di Dusun Tekil Kulon, Desa Sendangrejo, Baturetno, yang rupanya menjadi penanda dimulainya peradaban di desa tersebut. Bila diperhatikan sekilas, bangunan mesjid dengan atap limasan khas Jawa ini terlihat sederhana. Bagian dindingnya terbuat dari kayu tua, dan di bagian ujung atapnya terdapat penutup yang terbuat dari tanah, sementara itu bagian fondasinya disangga dengan batu besar berwarna putih kekuningan yang kelihatannya cukup tua. Tidak ada yang tahu persis kapan mesjid ini berdiri. Menurut warga sekitar, mesjid kuno ini bahkan sudah ada saat Nyi dan Ki Wonokerso, perintis kawasan tersebut, tiba di Dusun Tekil Kulon yang bersebelahan dengan Dusun Wonokerso. ”Konon, keberadaan mesjid ini masih berkaitan erat dengan Mesjid Agung Demak, malah sebagian sesepuh kampung memperkirakan umur mesjid ini lebih tua daripada Mesjid Demak,” ujar Mulyanto, 47, warga setempat, yang ditemui Espos di mesjid tua tersebut, beberapa waktu lalu. Konon, mesjid ini juga salah satu peninggalan Walisongo. Seperti dituturkan Mulyanto, sesaat sebelum membangun Mesjid Agung Demak, para wali sempat berdiskusi untuk memilih kayu yang baik untuk pembangunan mesjid. Nah, salah satu wali, konon sempat mengalami mimpi ada sebuah pohon jati yang kayunya melengkung. ”Menurut cerita, kayu jati itu berasal dari daerah selatan, ya di Wonogiri sini, di sekitar lokasi mesjid ini,” kata dia. Cagar budaya Meski umur mesjid ini diperkirakan sudah ratusan tahun, kondisinya masih sangat terawat. Dijaga kebersihannya, sebagian besar tiang penyangga bangunan juga masih merupakan kayu asli berumur ratusan tahun. ”Mesjid ini memang sempat direhab, tapi hanya sebagian kecil seperti kayu di beberapa bagian dinding diganti karena sudah lapuk, tapi bagian bangunan lainnya masih tetap dipertahankan,” tambah pria itu. Memasuki bagian dalam mesjid, pengunjung dibuat makin terpesona dengan kesederhanaannya yang kaya makna. Dinding-dindingnya terbuat dari kayu, sementara tiang penyangga mesjid yang terbuat dari kayu tua memberi kesan wibawa bagi mesjid tersebut. Di bagian depan ruangan itu, terdapat bilik kecil untuk tempat imam memimpin salat berjamaah. Sementara itu di samping bilik imam, terlihat mimbar, yang juga terlihat tua dengan ukiran-ukiran khas Jawa. ”Bagian lantainya ini, sudah dilapisi tripleks. Dulu lantai hanya terbuat dari kayu, tetapi saat dipakai salat suka menimbulkan bunyi-bunyi sehingga dilapisi tripleks untuk meredam suara itu,” terang Mulyanto. Entah karena auranya atau karena sejarah asal-usulnya yang penuh misteri, mesjid ini dianggap bertuah oleh sejumlah kalangan. Tak heran, dari hari ke hari pengunjung mesjid pun semakin banyak. Beberapa pejabat dan mantan pejabat dari berbagai daerah bahkan diketahui pernah ke mesjid ini untuk iktikaf. Beberapa waktu lalu, petugas Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala mengunjungi mesjid ini untuk melakukan penelitian terhadap bangunan. Hasilnya, mesjid ini ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang. - Oleh : Esmasari Widyaningtyas [solopos.net]
Jumat, September 05, 2008
Giriwoyo (Espos)---Kepala Desa Tirtosworo, Kecamatan Giriwoyo Daryatmo tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya. Belum diketahui pasti alasan pengunduran diri Daryatmo, namun Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Setda Wonogiri mengaku tidak akan memproses pengunduran tersebut karena dianggap tak sesuai prosedur.
Informasi yang diterima Espos dari salah seorang perangkat desa Tirtosworo, Giriwoyo, Rabu (3/9), menyebutkan bahwa Kades Tirtosworo, telah mengajukan surat pengunduran diri melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada 19 Agustus 2008 silam. “Berselang 10 hari kemudian, tim dari Bagian Pemdes Setda Wonogiri sempat bertandang ke desa kami, untuk melakukan pengecekan, tetapi hingga kini SK (surat keputusan) penguduran diri belum turun,” terang sumber Espos yang tak bersedia menyebut namanya. Terpisah, Kepala Bagian Pemdes Setda Wonogiri, Sunarso kepada wartawan di Pendapa Rumah Dinas Bupati, mengatakan telah menerima surat pengunduran diri tersebut. Namun, sambungnya, Bagian Pemdes memutuskan untuk tidak memproses surat itu lebih lanjut karena dinilai tak sesuai prosedur. Oleh: Esmasari Widyaningtyas [solopos.com] sumber : http://www.solopos.com/berita.php?ct=12291&d1=wonogiri
Kamis, September 04, 2008
Kamalan – kebakaran hebat terjadi di desa kamalan lor kecamatan Giriwoyo, kejadian ini terjadi tadi pagi sekitar jam 10:00, kejadian begitu cepat karena pemilik rumah ( Bp Ngatemin & Suti ) tidak berada di rumah karena sedang di sawah angina bertiup sangat kencang dan menghaguskan seluruh rumah beserta isinya, kerugian diperkirakan sekitar 50 juta, sampai berita ini diturunkan ( 12:00 wib )asap masih mengepul dari kejadian. kebakaran terjadi diperkiran karena hubungan arus pendek. Banyak warga membantu untuk memadamkan api. [info via telp : Bp. Suripto ]
Rabu, September 03, 2008
Umat muslim di dunia, termasuk Indonesia, memasuki bulan penuh berkah yakni bulan Ramadan. Persiapan-persiapan untuk menjalankan ibadah puasa pun dilakukan. Mulai dari mempersiapkan perlengkapan ibadah, makanan manis seperti korma untuk berbuka, hingga kesiapan kesehatan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit.
Salah satu bagian tubuh yang sering kali bermasalah saat berpuasa adalah mulut. Sering kali bau mulut seseorang di bulan Puasa menjadi masalah serius dalam hubungan komunikasi dengan orang lain. ”Wajar saja hal itu terjadi karena memang ada yang menyikat gigi setelah tidur usai sahur, ada juga yang tidak. Bau mulut memang tidak bisa terhindarkan,” ujar dokter gigi Hariani Agustiarini. Sebagian orang biasanya menyempatkan diri untuk tidur beberapa saat sehabis sahur dan salat Subuh, sebelum berangkat kerja. Namun, hal ini kerap menimbulkan masalah ketika bangun. Banyak orang yang ragu-ragu untuk menyikat gigi mengingat masih dalam kondisi berpuasa. Mereka beranggapan bahwa menyikat gigi itu makruh. ”Kalau menurut saya, tetap saya sarankan untuk menyikat gigi bila tidur lagi setelah sahur. Karena seberapa lama pun kita tidur, proses pembusukan dalam gigi tetap berlangsung dan itu menimbulkan bau mulut,” kata Hariani. Bakteri di dalam gigi sebenarnya terus melakukan proses pembusukan, terutama setelah makan dan kondisi tubuh tidak aktif atau tidur. Menyikat gigi sebelum tidur tidak menjamin sisa-sisa makanan yang ada di dalam gigi terbuang semuanya. Makanan yang tersisa inilah yang menjadi sumber makanan dari bakteri dalam gigi sehingga berpotensi menimbulkan bau. Tetapi, tingkat bau mulut seseorang tergantung dari kualitas mereka membersihkan gigi. Juga kondisi kesehatan seseorang. Orang yang menderita diabetes, misalnya, mulutnya akan tetap bau. Begitu juga yang menderita maag, bau mulut cepat keluar karena sensasi asam lambung yang cepat. Untuk menjaga agar mulut tetap segar saat puasa dan tidak menimbulkan bau yang berlebih, makanan yang dikonsumsi saat sahur sebaiknya makanan yang tidak berpotensi tinggi menimbulkan bau, seperti pete atau goreng-gorengan. Makanan yang disarankan untuk sahur yaitu makanan tinggi serat seperti sayur dan buah. Bau mulut saat puasa terjadi karena kekeringan pada mulut akibat kurangnya cairan (saliva atau air ludah). Karena saliva berkurang, bakteri dalam mulut pun jadi lebih banyak sehingga muncul bau mulut. Bagaimana mencegahnya? Berikut tips mengatasi bau mulut selama puasa: 1. Hindari makanan yang berpotensi menimbulkan bau seperti bawang merah, bawang putih, petai, jengkol, durian, ikan, daging, juga berbagai produk susu. 2. Kurangi jumlah rokok yang diisap 3. Gosok gigi setelah sahur, berbuka puasa dan mau tidur. Gosok dengan cara yang benar agar gigi dan rongga mulut bersih dan tidak tersisa makanan 4. Untuk membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi, gunakan benang gigi 5. Perbanyak konsumsi buah dan sayur 6. Kurangi konsumsi minuman berkafein 7. Bila menggunakan obat kumur, jangan berlebih karena akan menghilangkan kondisi flora normal yang dibutuhkan gigi.
Jumat, Agustus 22, 2008
Giriwoyo - memperingati HUT Republik Indonesia, paguyuban kesenian Grup musik CONDRONOLO menggelar pentas seni di pendopo kecamatan giriwoyo. paguyuban CONDRONOLO yang berasal dari desa Kamalan ini dipimpin oleh Pak Bedjo Kusni menggebrak warga Giriwoyo untuk memperingati HUT RI ke 63. mungkin anda belum tahu kesenian musik CONDRONOLO ini. sekedar mengingat alat music CONDRONOLO terdiri dari Kendang, Saron, Siter, Banggen, Jedor, alat musik ini tebuat seperti ketipung Dangdut dan terbuat dari kulit sapi/kambing. kalo masyarakat Kamalan - Giriwoyo sendiri menyebut dengan TERBANGAN.
Wonogiri (Espos) Kecamatan Pracimantoro butuh pasokan air bersih berlebih menyusul mulai melemahnya daya beli masyarakat sejak Juni lalu. Kendati datangnya bantuan air bersih dari berbagai pihak sudah diterima sebagian warga, namun hal itu dinilai belum membuat warga tenang mengingat datangnya musim hujan sulit diprediksi di masa mendatang. Menurut Camat Pracimantoro, Drs Slameto Sudibyo, sejumlah desa sangat mengkhawatirkan karena daerah yang sulit dijangkau dengan akses transportasi, seperti Gambirmanis dan Petirsari.
”Kami memang sedang membutuhkan bantuan. Kalau tidak mendapatkan bantuan, warga kami kesulitan mendapatkan air bersih,” jelasnya kepada Espos, Senin (11/8). Dia mengatakan, sekalipun sumber air Seropan di Pracimantoro sudah mulai berfungsi sejak 1 Agustus lalu, namun kebutuhan air bersih dianggap masih belum optimal. Pasalnya, sumber Seropan hanya mampu mengairi delapan desa, yakni Desa Glinggang, Kebonharjo, Gedong, Petirsari, Joho, Sumberagung, Watangrejo, dan Gambirmanis,” imbuhnya. Dia mengatakan, berbagai bantuan air bersih sudah mengalir ke Pracimantoro antara lain dari Pemkab Wonogiri kurang lebih 50 tangki, dan lembaga lain maupun bantuan yang sifatnya personal. ”Seperti hari ini (kemarin -red) kami juga mendapatkan bantuan dari PLN APJ Solo berupa air bersih sebanyak 10 tangki dan pengobatan gratis. Daerah distribusi bantuan kami fokuskan di Joho, di mana daerah ini sangat mudah dijangkau dan berada di tengah-tengah desa lainnya, seperti Sumberagung dan Petirsari. Terpisah, Kasubag Agama dan Kesejateraan Sosial (AKS) Bagian Kesra Setda Wonogiri, Sriyanto, menyatakan sejauh ini dropping air bersih sudah berjalan dengan baik. Sebanyak delapan kecamatan yang mengalami kekeringan sudah mendapatkan bantuan air bersih. Ke delapan kecamatan yang dimaksud berupa Kecamatan Pracimantoro, Paranggupito, Eromoko, Giritontro, Giriwoyo, Batuwarno, Manyaran, dan Nguntoronadi. Sarana Sementara itu, Pemkab Wonogiri telah mencairkan dana senilai Rp 2,27 miliar untuk pemenuhan saran air bersih sejak beberapa hari terakhir. Rencananya, bantuan yang termasuk dalam dana alokasi khusus (DAK) tersebut digunakan untuk pembuatan dan perbaikan sistem perpipaan dan gravitasi yang tersebar di 49 desa di Wonogiri. Menurut petugas Subdin Cipta Karya DPU, Djangkung, program tersebut akan difokuskan tahun ini dan berkelanjutan hingga tahun 2015. Target utama program tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh masyarakat Wonogiri sebesar 80%. Pemenuhan air bersih di Wonogiri saat ini baru mencapai 27.000 jiwa. ”Saya kurang hafal desa mana saja yang akan kami identifikasi nanti. Pokoknya, dari sejumlah desa, di antaranya terdapat di Kecamatan Selogiri, Wuryantoro, dan Eromoko,” sebutnya saat ditemui Espos di Kecamatan Selogiri, pekan lalu. Djangkung menambahkan, untuk merealisasikan tujuan tersebut, sosialisasi sudah dilakukan sejak beberapa pekan yang lalu. - Oleh : Ponco Suseno [solopos.net]
Memiliki potensi alam yang melimpah tak lantas seketika memberi keuntungan bagi warga sekitar. Minimnya pengetahuan dan wawasan sering kali menghambat pengembangan eksplorasi kekayaan alam.
Seperti yang dialami oleh sebagian besar warga Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo. ”Sebenarnya desa kami memiliki potensi yang cukup unik yaitu penambangan batu mulia, berupa akik, yang dibentuk menjadi perhiasan dan aksesori lain,” terang Daryoto, Kepala Desa Sejati, belum lama ini. Penambangan batu mulia tersebut mulai dikembangkan sekitar awal 1990-an. Saat itu, pemerintah pusat mengembangkan semacam bengkel pembuatan aksesori untuk mengolah akik yang banyak ditemukan di Dusun Giritengah, Desa Sejati. Nah, setelah bengkel itu diserahkan ke pemerintah daerah, sejumlah pengembangan pun terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan pelatihan kepada masyarakat setempat cara pengolahan batu akik untuk diproses menjadi aksesori seperti cincin, hiasan pada keris, arloji hingga pembuatan patung. ”Desa kami memang tak mendapat keuntungan finansial secara langsung dari pengolahan batu akik itu, tapi di bengkel pengolahan batu akik itu masyarakat bisa menimba ilmu dan akhirnya membuka bengkel pengolahan sendiri,” kata Daryoto lagi. Hingga saat ini tercatat tiga warga yang membuka pengolahan akik sederhana di Desa Sejati. Berbeda dengan bengkel pengolahan milik pemerintah yang lebih maju dan memiliki modal dan jalur pemasaran yang cukup baik, para pengolah batu akik tradisional ini mengalami sedikit kendala khususnya dalam permodalan. ”Untuk bengkel pengolahan, jalur pemasarannya sudah cukup luas, hingga ke Semarang, serta Solo ada pula pesanan dari beberapa daerah lain. Tapi pengolah tradisional sedikit terkendala karena mereka relatif baru dalam bidang ini sehingga belum punya jalur pemasaran yang luas,” terang Daryoto. Untuk membantu pemasaran, para pengolah batu akik tradisional menitipkan hasil karya mereka di tempat-tempat penjualan. Lantaran belum terlalu populer, para pengolah batu akik tradisional ini masih mengerjakan sendiri seluruh proses pengolahan batu akik. ”Terkadang, kalau kebetulan ada pesanan sedikit banyak, baru mereka merekrut beberapa tetangga untuk membantu, ya, jadi hanya bekerja kalau ada pesanan,” katanya. - Oleh : Esmasari Widyaningtyas [solopos.net]
Rabu, Juni 18, 2008
Disamping beberapa kekurangan yang sering melekat di tanah air kita Indonesia, namun ada puluhan rekor dunia yang patut kita banggakan sebagai warga negara Indonesia karena sampai saat ini blom ada yang mampu memecahkan rekor tersebut dari Indonesia. Berikut daftar 24 rekor dunia yang dimiliki Indonesia.
* Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). * Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2). * Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia. * Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI. * Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku. * Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa. * Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia. * Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850). * Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus’¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu. * Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia. * Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966. * Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002). * Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua. * Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil). * Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia. * Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia). * Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species. * Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua. * Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi. * Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg. * Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter. * Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi. * Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi. * Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala. Ternyata ada banyak juga sisi positif dari Indonesia...
Selasa, Juni 10, 2008
Wonogiri - Bupati Wonogiri dinilai tidak menyampaikan dampak negatif penggunaan Alas Kethu untuk kawasan industri. Selama ini warga hanya diiming-imingi lapangan pekerjaan agar mendukung megaproyek tersebut. ”Bahkan, kami menilai itu bukan bentuk kerja sama, melainkan pemaksaan keinginan segelintir orang saja termasuk dari China. Buktinya, kita yang memiliki hutan, namun justru China yang meminta Alas Kethu. Termasuk mereka pula yang mengukur seberapa luas lahan yang dibutuhkan,” tegas Ketua Aliansi Peduli Perempuan (APP) Wonogiri, Endang Maria Astuti, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Senin (9/6).
Endang mengungkapkan, semestinya Bupati harus terbuka kepada masyarakat tentang rencana tersebut. Masyarakat saat ini, kata Endang, sudah cukup cerdas menilai kebijakan Bupati. ”Jangan membodohi masyarakat begitu. Lha wong izin dari Perhutani saja jelas-jelas belum ada, kok mau meletakkan batu pertama. Ini kan lucu,” ungkapnya. Menurut Endang, polemik Alas Kethu adalah buntut dari sikap Bupati yang dinilai tak terbuka untuk membuka ruang dialog kepada masyarakat. ”Sudahlah, ajak masyarakat dan stakeholders berdialog bersama. Membahas dampak yang bakal terjadi dan prosedural yang harus dilalui itu seperti apa. Jangan arogan begitu. Sebentar-sebentar mengatakan, rawe-rawe rantas malang-malang putung. Ini kan bukan sikap seorang pemimpin,” ungkapnya. Selain itu, Endang juga menyatakan bahwa harga mati soal industrialisasi di Alas Kethu sama halnya dengan menginjak-injak harga diri masyarakat Wonogiri. Dia menjelaskan, bahwa Alas Kethu adalah milik Indonesia, namun kenapa China yang semena-mena meminta. ”Saya sebagai masyarakat Wonogiri saja merasa diinjak-injak harga diri saya. Kenapa harus di Alas Kethu? Padahal, Alas Kethu bukan milik mereka. Ini tandanya kita telah didikte China,” tegasnya. Kerja maraton Sementara, soal kesiapan Pemkab menjalin kerja sama dengan China, Kabag Kerja Sama Pemkab Wonogiri, Teguh Setiyono, menjelaskan pekan pertama bulan Juli pihaknya akan bekerja secara maraton ke Jakarta untuk menyelesaikan nota kesepakatan. ”Hari ini (kemarin-red) kami melayangkan surat ke DPRD yang intinya mengagendakan sidang persetujuan LoI (letter of intent-red). Selanjutnya, kami akan kerja maraton ke Depdagri, Departemen Luar Negeri, Departemen Keuangan untuk memperoleh surat kuasa atau surat full power,” terangnya. - Aries Susanto [solopos.net]
Kamis, Mei 29, 2008
JAKARTA, RABU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kurang tidur berminggu-minggu karena melonjaknya harga minyak mentah dunia. Karena kelelahan itu, Presiden Yudhoyono terbatuk-batuk saat memberi sambutan dalam peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/5). Presiden batuk-batuk sejak beberapa hari terakhir dan terserang flu. Suara Presiden juga bindeng."Mohon maaf, ini hari kesehatan tetapi Presidennya kurang sehat sedikit. Maklum sebulan kurang tidur. Insya Allah hatinya tetap sehat," ujar Presiden. Pengakuan Presiden yang sebelumnya terbatuk-batuk itu disambut tepuk tangan dan pemakluman. Saat membuka simposium jamu di Istana Negara, Selasa, Presiden juga mengeluh batuk-batuk. Saat ditawari jamu oleh tukang jamu gendong Presiden menolak karena batuk.Setiap mengeluarkan kebijakan kenaikan harga BBM, Presiden mengaku kekurangan idur berminggu-minggu. Wisnu Nugroho A Moga lekas sembuh ya Pak
Senin, Mei 19, 2008
Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, ada baiknya kita mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa kita, yang dimulai dengan lahirnya gerakan nasionalis pertama Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, hampir seratus tahun yang lalu. Pergerakan nasional ini dipimpin oleh Dokter Soetomo di Jakarta. Dengan dorongan dilahirkannya Boedi Oetomo ini, kemudian lahirlah Sarekat Islam, di tahun 1912, di bawah pimpinan Haji O.S. Tjokroaminoto bersama Haji Agus Salim dan Abdul Muis. Dalam tahun 1912 itu lahir pula satu gerakan politik yang amat penting, yaitu Indische Partij yang dimpimpin oleh Douwes Dekker (Dr. Setiabudhi), R.M. Suwardi Suryaningrat dan Dr. Tjipto Mangunkusumo. Tahun 1913, partai ini dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda dan pemimpin-pemimpinnya ditangkapi dan kemudian dibuang dalam pengasingan.
Sebagai buntut perkembangan ini, maka pada tahun 1914 lahir di Semarang satu organisasi berfaham kiri (komunis), yaitu Indische Sociaal Demokratische Vereeniging (ISDV) di bawah pimpinan Sneevliet dan Semaun. Dalam tahun 1920 (23 Mei) ISDV ini telah berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI), dengan pimpinan Semaun juga. Dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda, PKI telah mencetuskan pembrontakan di Banten, Jakarta dan Yogyakarta dalam tahun 1926, dan kemudian juga di Sumatera Barat dalam tahun 1927. Setelah pemberontakan itu ditindas oleh pemerintahan kolonial Belanda, maka ribuan pimpinan dan anggota PKI ditangkapi, dan kemudian dibuang dalam pengasingan di Tanah Merah (Digul). Berbekal sejarah di atas, sudah saatnya kita sebagai masyarakat Indonesia bersatu untuk membangun kembali negara yang selama beberapa tahun belakangan ini terus-menerus diberikan cobaan dan musibah, serta maraknya kasus-kasus kriminal dari mulai yang dilakukan oleh masyarakat yang perkenomiannya lemah bahkan sampai para pejabat yang terus-menerus mencuri aset negara Indonesia. Oleh karena itu, mari kita mulai hari Kebangkitan Nasional tahun ini dengan mengintrospeksi diri masing-masing. Mari sama-sama kita perbaiki moral masing-masing diri kita dan juga moral masyarakat Indonesia secara keseluruhan, sehingga harapan kita, dengan moral masyarakat yang baik, maka negara kita yang tercinta ini akan menjadi baik pula. Selain moral yang baik, yang tidak kalah penting adalah masalah pendidikan di negara kita. Dengan momen hari Kebangkitan Nasional ini, mari sama-sama kita memberikan andil dan solusi terbaik untuk membangun pendidikan Indonesia yang baik dan berkualitas. Karena dengan SDM manusia yang bermoral baik dan memiliki kuantitas serta kualitas yang baik bangsa Indonesia bisa bangkit menjadi bangsa yang baik dan bermartabat.
Jumat, Mei 16, 2008
Halo, SMS/Redcall kalo memang bener ada dan bisa bikin orang mati, logika teknis menurutku yg paling masuk akal adalah sbb: Si pengirim SMS ato pemanggil menyisipkan kode virus dalam panggilannya... yang kemudian akan di eksekusi oleh handphone penerima,
kode virus tsb berisi perintah untuk memerintahkan Generator Frekuensi IC-PA ato device infra-red ato bluetooth dsb utk membangkitkan Radio Frekuensi pada Handphone penerima dengan pola, frekuensi dan intensitas tertentu... karena intensitas dan Frekuensi yg dihasilkan mungkin cukup besar, atau kalau tidak besar dia mempunyai frekuensi dan pola tertentu yg berinteraksi dengan sistem saraf manusia... dan mempengaruhi sistem saraf hingga mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf, dan orang tersebut bisa terancam jiwanya karena terjadi gangguan pada sistem saraf... ini sangat mungkin, krn logikanya begini... inget gak dulu musim sticker yg di tempel di handphone terus kalau ada call/sms masuk bisa nyala... itu menandakan energi yg dipancarkan sebenarnya cukup kuat, kalo itu di fokuskan utk merusak sel saraf ada kemungkinan bisa. singkat kata, RF(Radio Frekuensi) yg digunakan utk membunuh di hasilkan oleh HP kita sendiri atas instruksi virus, bukan di pancarkan dari si pemanggil atau dari BTS Operator... hal itu hampir nggak mungkin krn pasti akan membunuh orang2 di sekitar pemancar terlebih dahulu... tapi tenang aja dulur2 , sebenarnya itu cuma isu aja, tapi menurut teknis seperti diatas ini ada info sedikit ini beritanya plus sumbernya : Awas, Nomor Setan Masuk ke HP Anda! (6) Kamis, 8 Mei 2008 | 14:24:52 Pelaku Penyebaran Nomer Setan Mengaku TANJUNGUBAN - Heboh nomor ponsel yang bisa menyantet orang yang konon ada warga yang tewas akhirnya terkuak. Si pengirim ternyata bukan dukun santet atau dukun ilmu hitam, tapi hanya anak baru gede (ABG) yang iseng ingin mengerjai teman-temannya. Dari penelusuran Batam Pos, Rabu (7/5) akhirnya terkuak siapa yang pertamakali mengirim SMS yang mengatasnamakan 0866. Pengirim pertama SMS tadi yaitu ABG yang berasal dari Tanjunguban, Bintan Utara. Awalnya SMS ini dikirim untuk mengusili kawan-kawan saja, ucap ABG yang mengaku mengirim SMS juga kepada Batam Pos, Rabu (7/5). ABG perempuan yang namanya tak mau disebutkan menerangkan, SMS tadi dikirim saat dirinya tak ada kegiatan sehingga dirinya terkenang dengan teman-temannya. Saat teringat dengan rekannya tadi, Ia iseng-iseng mengirimkan SMS dengan nada sedikit usil. Adapun isi SMS tadi yaitu meminta teman-temannya untuk berhati-hati jika menerima SMS dari nomor 0866 dengan tampilan warna merah di layar ponsel. Sebaiknya tidak diangkat karena bisa menyebabkan orang yang mengangkatnya meninggal dunia. Masih menurut SMS tadi, di Jakarta disebutkan kalau ada orang yang meninggal dunia setelah membuka. Untuk meyakinkan rekan-rekan tadi, ia meminta agar SMS ini diteruskan ke nomor yang lain. Ia tak menyangka kalau SMS untuk mengisengi teman-temannya menyebar luas sampai keluar Kepri. Untuk itu, Ia perlu meluruskan masalah ini agar tak membuat warga merasa resah. (BP/cnt) Sumber:http://kepritoday.com/content/view/7312/1/ Ok... para ahli Handphone, bapak2/ibu2 ahli Radio para profesor yg baik... share opini dan pendapat di Forum / Buku Tamu
Jumat, Mei 09, 2008
Tarif handphone naik memang menyesakkan dada. Namun membuang handphone jelas tak mungkin dilakukan. Handphone telah menjadi salah satu perangkat pendukung terpenting aktivitas sehari-hari. Sungguh menyebalkan jika tarifnya terus menanjak. Mungkin beberapa hal berikut bisa dilakukan untuk mensiasati agar pulsa tak menggelembung.
1. Ganti ke Pasca Bayar. Bagi yang masih memakai pra bayar segeralah beralih. Tak perlu khawatir harus berganti nomor. Sekarang hampir semua operator memberi kemudahan migrasi. Cukup datang ke kantor pusat layanan operator. Tarifnya jauh lebih murah. Sekedar contoh, tarif percakapan kartu Matrix pada jam sibuk (08.00 -22.00 WIB) per menit ke PSTN Rp. 503, 75 ; ke nomor sesama Indosat Rp. 812,5 ; dan ke seluler operator lain Rp. 910. Sementara pada Mentari pada waktu yang sama per menitnya ke PSTN Rp. 816 ; ke nomor sesama Indosat Rp. 1500 ; dan ke seluler operator lain Rp. 1713. Bahkan belum lama ini Telkomsel dan Indosat meluncurkan paket kartu pasca bayar yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Bila jeli memilih, Anda bisa menikmati tarif yang lebih ekonomis lagi. Ada tiga paket dari Telkomsel yaitu: free roaming, free 150 SMS, dan free Abonemen. Sementara Indosat mengeluarkan paket Matrix bebas roaming dan free abonemen. 2. Kurangi Menelepon Pada Jam Sibuk Bersyukurlah bagi pelanggan operator yang menerapkan tarif flat. Tak dibedakan argo pulsa antara siang atau malam. Pada kartu pra bayar hanya Simpati dan IM3 Smart yang tidak menggunakan tarif flat. Sedangkan untuk kartu pasca bayar, hampir semua operator membedakan tarif percakapan pada peak hour dan offpeak/ hari libur & raya. Rata-rata tarif percakapan pada jam sibuk per menitnya lebih mahal hingga 25 persen. 3. Gunakan SMS dan Layanan SMS Gratis. Paling mahal tarifnya cuma’ Rp. 350. Sedangkan SMS internasional Rp 500. Komunikasi juga tak kalah asyik dibanding menelepon. Jika tak harus menelepon lebih baik pakai layanan SMS. Apalagi kini tak terbatas hanya 160 karakter. Tentu Anda harus mengaktifkan fitur �long messages’ pada handphone Anda. Jika sedang selancar internet, manfaatkan layanan SMS gratisan. Anda bisa menggunakan layanan dari sms.ac, yahoo2SMS,atau mtnsms.com. Di paket kartu Halo Anda bisa SMS gratis sebanyak 150 kali. Lumayan kan? 4. Mulai Membiasakan Diri Dengan Layanan MMS. Ini lebih asyik lagi. Pesan bisa berupa gabungan suara, gambar, dan kata-kata sekaligus. Tak perlu khawatir dengan keterbatasan karakter. Sekali kirim bisa ribuan karakter. Dijamin uneg-uneg saat curhat’ bisa tertampung semua hanya dengan beberapa kali kirim MMS. Tarifnya paling mahal hanya Rp. 1250 per MMS. Bisa dihitung lagi dengan pasti. Bila menelepon pasti tidak akan terasa. Tahu-tahu pulsa jebol. 5. Mainkan Konten Handphone. Pas sendiri atau berada di tempat yang asing’, pasti Anda sering cari-cari kesibukan. Kirim SMS atau menelepon biasanya menjadi pilihan pertama. Kalau sudah begitu pulsa pasti kedodoran. Tentu Anda tak mau kan? Untuk menghilangkan rasa suntuk, sudah saatnya isi handphone dipakai semaksimal mungkin. Koleksi games dan ringtone bisa dimainkan. Agar tak membosankan rajin-rajinlah mengganti atau menambah koleksi itu. Biar tak ada lagi istilah bengong dan iseng menelepon teman setiap saat dimanapun Anda berada. 6. Manfaatkan layanan download gratis. Jangan terlalu banyak korbankan’ pulsa Anda untuk download games, ringtone, wallpaper. Kalau ada yang gratisan kenapa tidak. Memang sih Anda akan masih dibebani tarif akses data GPRS. Tetapi jangan terlalu khawatir sebab lumayan murah, rata-rata hanya Rp.25 per kilobite. Bahkan Mobile-8 cuma Rp. 5 per kilobite. Sedang harga konten gratis. Kunjungi saja situs semacam Tagtag.com. Koleksinya pun lumayan lengkap. Minimal bila tertarik pada konten yang disediakan content provider jangan buru-buru beli. Cari saja terlebih dulu di situs gratisan itu. Sumber: telset magazine - plaza pulsa
Rabu, April 30, 2008
SEMOGA BERMANFAAT ! Hari itu, Dina (32) meminta izin pulang lebih cepat dari kantornya. Sejak Pagi, Dina merasa pusing dan mual. Aku masuk angin nih, keluhnya pada Fahmi (35), suaminya melalui telepon.
Setiba di rumah, Dina memesan bubur ayam serta teh panas untuk mengurangi rasa tak enak badan yang dideritanya. Setelah kerokan, ia mengoleskan minyak kayu putih ke seluruh badannya, sebelum beranjak tidur. Lepas senja, Dina belum bangun juga, Fahmi yang baru saja pulang kantor. Menengok ke kamar, ditempat tidur Dina memang masih tertelungkup, tapi.... sudah tak bernapas lagi! Wajahnya kebiruan, tampaknya, Dina menahan rasa sakit sesaat sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Selain panik, suaminya juga bingung, Sejauh diketahuinya, selama ini kondisi kesehatan Dina baik-baik saja. Bahkan istrinya itu tergolong wanita gesit yang memiliki segudang aktivitas setiap harinya, Lantas, Penyakit tersembunyi apakah yang merenggut nyawa Dina? *** menurut dr. H. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi dari RS Pusat Pertamina, yang dialami Dina adalah Angina Pectoris. Orang-orang kita dulu biasa menyebutnya sebagai penyakit angin duduk. Gejalanya memang mirip masuk angin biasa, hanya sedikit lebih berat. Tak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan. Masuk angin yang satu ini ternyata bukanlah masuk angin biasa. Yang biasa disebut angin duduk sesungguhnya adalah salah satu gejala penyakit jantung koroner, yang jika tidak segera ditangani penderitanya bisa langsung meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan pertama dr. Joko mengingatkan. Karena itu, kematian yang terjadi sama sekali bukan akibat kerokan atau pengolesan minyak angin, seperti yang dilakukan Dina, melainkan karena tidak terdeteksinya kelainan pada jantung penderita. Padahal, seandainya sepulang kantor Dina langsung pergi ke Rumah Sakit atau ke dokter, dan bukannya malah kerokan dirumah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan sang penyakit, mungkin nyawanya masih sempat terselamatkan. Ciri-ciri pusing, mual dan kembung yang dialami penderita Angina pectorismemang nyaris serupa dengan penyakit masuk angin biasa. Hanya penderita juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar keringat sebesar jagung, serta badan terasa dingin. Sayangnya, hal ini sering tidak disadari sebagai indikasi adanya gangguan pada jantung yang sifatnya kritis. Menurut dr, joko, 20% dari keluhan angina pectoris yang diperiksakan ke dokter atau rumah sakit ternyata terdeteksi sebagai penyakit jantung koroner akut. Penyakit ini merupakan gangguan pada jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner, sehingga darah tidak mampu mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh jaringan dinding rongga jantung. Karena itu, jika tidak terdeteksi sejak awal, penderitanya bisa mengalami sudden death. Penyakit angina pectoris itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman berkepanjangan, yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya tekanan darah yang memompa jantung. Akibatnya, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen. Karena jantung tidak mampu memompa dengan sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit. PERBAIKI GAYA HIDUP Sumber masalah sesungguhnya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi) . Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal : - Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi. - Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus); - Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh.darah akibat kejang yang terus menerus. - Keempat, infeksi pada pembuluh darah. Gaya hidup masa kini yang kurang sehat dan tidak teratur adalah pemicunya tegas dr, Joko. Menurutnya, Zaman sekarang orang cenderung melupakan pentingnya olahraga hidup dalam kondisi stress, sering tidur larut malam, dan sering mencoba bermacam pola diet yang tidak sehat. Kurang atau tak pernah olahraga akan menghambat kelancaran metabolisme tubuh. Akibatnya, akan terjadi pengendapan lemak yang perlahan-lahan dapat menyumbat lajunya aliran darah ke jantung. Sementara itu, orang sekarang banyak yang mengaku tak punya cukup waktu oalahraga, menjaga diri dari kemungkinan obesitas (kelebihan berat badan) juga berperan penting untuk kesehatan jantung, karena kelebihan lemak dapat meminimalkan gerak pompa jantung, Jadi jaga ukuran pinggang anda, karena perutlah semua jenis lemak menumpuk. Untuk wanita, maksimal 80 cm, dan untuk pria, maksimal 90 Cm, karena jaga pola makan, hindari Junk Food, perbanyak asupan buah dan sayuran serta fiber. Menjauhkan diri dari stress, juga bisa mencegah kita dari penyakit jantung koroner, Pasalnya, dalam keadaan stress kinerja tubuh serta otak dipaksa untuk bekerja secara berlebihan, Hasilnya, kondisi tubuh selalu dalam keadaan letih dan porsi istirahat berkurang. Kurangnya istirahat dapat mengakibatkan pengentalan darah, yang dapat meningkatkan hormon adrenalin, akibatnya bisa ditebak serangan jantung lebih gampang terjadi Orang yang emosi-an juga perlu diperhatikan (Selalu marah-marah. .. setiap saat...ada ga ya orang kayak gini..), Pasalnya, dalam marah-marah (Otak panas, napas memburu, jantungpun berdebar keras, kadang samapi tubuh bergetar, darah bergerak cepat), jika kondisi darah bergerak cepat, sedangkan ada penyumbatan di pembuluh darah...wouw. ..bisa dibayangkan darah akan berkumpul disuatu tempat (pembuluh darah) dan karena tidak kuat menampung banyaknya darah yang datang pembuluh yang halus itupun pecah dan sudah bisa ditebak orang itupun akan koleps atau bisa merengang nyawa, o ya..kondisi ini juga berlaku ketika dia berolahraga ekstra keras (seperti main bola, yang dituntut berlari2 bolak-balik terus menerus), itu juga memicu jantung berdebar dan darah bergerak cepat, dan jika dia mempunyai sumbatan2 dalam tubuhnya yang tidak diketahui, maka kejadian pembuluh darah pecahpun akan menimpanya (seprti Almarhum Benyamin S dan Basuki, mereka meninggal selagi bermain bola). Wuiiih..ngeri ya...ya kalo udah seumur kita sih, harusnya udah ga cocok lagi untuk olahraga2 keras macam gitu, karena kita ga tau didalam tubuh kita (adakah penyumbatan atau tidak?) yang ringan2 aja lah seperti jalan kaki, jogging, senam, bersepeda santai, atau olahraga pernapasan, dll yang terakhir kebiasaan merokok serta mengkonsumsi minuman beralkohol juga berdampak negatif pada jantung, apalagi bila kebiasaan jelek ini dilakukan sejak usia remaja. *** Ada beribu jalan untuk hidup sehat, Tuhan memberikan kita sesuatu yang luar biasa banyaknya, setiap ada penyakit pasti Tuhan memberikan obatnya, tapi bukan itu masalahnya, pola hidup sehat dan seimbang harus kita jalani, Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, mudah-mudahan berguna: 1. Minum Air putih minimal 8 gelas sehari 2. Banyak makan buah-buahan dan sayuran (serat alami) 3. Hindari stress, dan selalu sabar 4. Perbanyak berpuasa 5. Tidur yang cukup dan olahraga ringan diusahakan rutin Gampangkan, O ya satu lagi, Tuhan menciptakan dunia ini berpasangan ada Surga ada neraka, ada pria ada wanita, ada putih ada hitam, ada baik ada jahat, ada manis ada pahit, kesimpulannya jika kita banyak makan-makanan yang manis seperti coklat, teh manis, kopi susu, mimunam kaleng, dll. Usahakan...sekali lagi..usahakan seminggu sekali atau beberapa hari sekali makan yang pahit2 seperti Rebusan air sambiloto, makan pare, minum jahe atau jus mengkudu, makan bawang putih, dll Dan jika kita merasa sering makan-makanan yang berlemak atau berlebih seperti daging, jeroan, sering ngemil, makan 2 piring atau selalu nambah usahakan...sekali lagi..usahakan berpuasalah sesering mungkin untuk mengimbanginya, atau minum madu atau minum/makan jinten item (habatussauda. .) Oke guys...mulai sekarang kita berusaha untuk hidup sehat dan seimbang, agar kita bisa hidup dan beribadah dengan tenang... [Estimator]
Minggu, April 27, 2008
Giriwoyo - Eko Winarto, 25, warga Lingkungan Giritontro Kidul, dan Supriyanto, 26, warga Lingkungan Giritontro Lor, Kelurahan Giritontro, Kecamatan Giritontro, Wonogiri, Sabtu (26/4), ditemukan tewas tenggelam saat memancing di Waduk Nawangan, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri.
Berdasarkan informasi yang diterima Espos dari Kapolres Wonogiri, AKBP Agus Jaka Santosa melalui Kapolsek Giriwoyo, AKP Darmanto, pencarian terhadap korban dilakukan Tim SAR dan beberapa warga. Pada sekitar pukul 20.30 WIB, Eko ditemukan telah tewas dengan kondisi masih memegang alat pancing. Sementara Supriyanto ditemukan tenggelam di dasar waduk pada kedalaman 16 meter sekitar pukul 21.30 WIB. - tus [solopos.net]
Selasa, April 08, 2008
Giriwoyo - Acara Tilik Desa Bupati di Desa Bulurejo dan Ngancar, Giriwoyo, Senin (7/4), dimanfaatkan warga untuk menyindir Bupati. Di sepanjang jalan menuju lokasi, warga memasang aneka spanduk. Misalnya, spanduk bertuliskan ucapan selamat datang Bupati di desa yang mengalami kerusakan jalan dan jembatan cukup parah. ”Jalan yang belum diperbaiki sepanjang 2 km, sedang jalan yang belum diaspal sepanjang 3 km. Padahal, kami telah mengajukan permintaan sejak 2005/ 2006 lalu,” jelas Camat Giriwoyo Bhawaro.
Minggu, Maret 30, 2008
Wonogiri - Flu burung atau avian influenza (AI) menyerang Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri. Ditemukannya kasus itu, dalam satu bulan terakhir, enam kecamatan di Kabupaten Wonogiri terserang AI. Tingginya kasus itu semakin menambah deretan panjang kasus AI yang menyerang Kota Gaplek ini, setelah pada tahun 2007, Wonogiri dinyatakan sebagai kawasan endemik AI di Jateng.
Kecamatan yang diserang AI tersebut adalah Wonogiri, Selogiri, Wuryantoro, Eromoko, Ngadirojo, serta Giriwoyo. ”Beberapa pekan sebelumnya, Kecamatan Ngadirojo juga ditemukan kasus AI yang menyerang unggas warga berjumlah ratusan. Kemudian yang terbaru ditemukan Selasa (18/3) lalu, yakni kasus serupa di Kecamatan Giriwoyo. Sejumlah unggas warga setelah diteliti ternyata positif flu burung,” ujar Kasubdin Kesehatan Hewan Dinas Kehewanan Perikanan dan Kelautan (Diswanperla), Ismaryati Budiningsih, saat ditemui Espos seusai menghadiri Pencanangan Paket Siswa Tanggap Flu Burung di SDN 1 Wonogiri, Senin (24/3). Kasus AI di Giriwoyo, kata Ismaryati, hanya menyerang sejumlah unggas dan tak sampai menyerang manusia. Warga yang mengetahui ayam mereka mati mendadak, sambungnya, langsung melakukan pengamanan dengan membakar bangkai. Dia menegaskan, selama musim hujan ini, AI akan tetap mengganas. Pasalnya, kondisi yang lembab dan curah hujan yang tinggi akan menjadi tempat yang mudah menyebarnya virus AI. ”Selama Januari-April ini, kasus flu burung masih tetap mengganas. Cuaca yang lembab dan tingginya curah hujan menjadi faktor utama menyebarnya AI. Namun, kami semua kan sangat berharap kasus ini berhenti sampai di sini saja,” paparnya. Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan, dalam tahun 2007 virus itu telah menyerang 21 desa di delapan kecamatan. Sementara itu, catatan khusus selama satu bulan terakhir ini, terhitung sejak Februari 2008 telah terjadi kasus di enam kecamatan. Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Daerah (Bapeda), Safuan, menegaskan salah satu upaya yang ditempuh untuk menekan tingginya kasus AI di Wonogiri adalah dengan mencanangkan tanggap flu burung di 220 SD se-Wonogiri, sosialisasi penanggulangan flu burung, serta vaksinasi. Program tersebut menelan biaya sekitar Rp 300 juta dari APBD. Sementara itu, hasil kerja sama dengan perwakilan UNICEF dan pemerintahan Jateng juga mendapat tambahan dana senilai Rp 40 juta. ”Namun upaya tersebut juga harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk berpola hidup bersih,” pesannya. - m60 [ solopos.net]
PetugasPolsek Giriwoyo, Minggu (9/3) malam, menggelar tasyakuran. Menurut Kapolres Wonogiri AKBP Agus Djaka Santoso melalui Kapolsek Giriwoyo, AKP Darmanto, tasyakuran itu menandai perpindahan kantor ke lokasi baru. ”Kantor baru menempati bekas Kantor Kecamatan Giriwoyo dengan luas 350 m2. Pembangunan kantor dengan luas bangunan 14 m x 25 m menelan anggaran Rp 309 juta dan dibiayai dari APBD,” ujarnya.
PetugasPolsek Giriwoyo, Minggu (9/3) malam, menggelar tasyakuran. Menurut Kapolres Wonogiri AKBP Agus Djaka Santoso melalui Kapolsek Giriwoyo, AKP Darmanto, tasyakuran itu menandai perpindahan kantor ke lokasi baru. ”Kantor baru menempati bekas Kantor Kecamatan Giriwoyo dengan luas 350 m2. Pembangunan kantor dengan luas bangunan 14 m x 25 m menelan anggaran Rp 309 juta dan dibiayai dari APBD,” ujarnya.
Giritontro - Seorang guru agama di salah satu SD di Kecamatan Paranggupito, Sarmin, 54, ditemukan tewas memeluk rumput. Camat Giritontro H Sariman saat ditemui Espos, Selasa (4/3), di sela-sela kegiatannya, menceritakan korban adalah warga Genteng, Desa Ngargoharjo, Giritontro. Korban kemarin (Senin-red) ditemukan di wilayah Pringkuku, Pacitan, Jatim oleh mertuanya yang bernama Poli, jelasnya.
Sariman menyatakan korban sekitar pukul 13.00 WIB pergi mencari rumput di lokasi yang berjarak 500 meter dari rumah. Dengan motor, korban pergi tetapi ditunggu hingga pukul 19.00 WIB belum datang, sehingga mertua korban berinisiatif mencari. Saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa dengan posisi memeluk rumput. Sedangkan motor masih berada tidak jauh dari lokasi korban. Menurut Sariman, korban sudah lama menderita sakit varises. - tus [solopos.net]
Hanya karena mengamati cara kerja lampu penerangan jalan, keduanya bisa menciptakan sebuah jemuran dengan penggerak yang berfungsi untuk mengantisipasi datangnya hujan. Dengan menggunakan semacam sensor air dan cahaya, saat hujan turun jemuran bisa otomatis bergerak ke tempat teduh. ”Sebenarnya idenya sederhana, prinsipnya sama dengan lampu merkuri di jalan. Lampu penerangan itu kan menyala otomatis saat gelap dan mati saat cuaca terang. Hanya penerapannya dibuat terbalik,” terang Eko saat ditemui Espos di sela-sela pameran hasil penelitian di Pendapa rumah dinas Bupati Wonogiri, Selasa (26/2).
Seperti prinsip kerja lampu penerangan jalan, prinsip jemuran otomatis ini pun cukup sederhana. Mulanya, jemuran yang dilengkapi dengan alat sensor cahaya dan air diletakkan di tempat yang sebagian terkena cahaya matahari sementara sebagian lainnya merupakan tempat teduh. Saat sinar matahari muncul, jemuran bisa diletakkan di bagian yang memiliki sinar cukup. Berikutnya, saat cahaya matahari mulai redup, sensor secara otomatis akan mengirim sinyal yang menggerakkan motor yang secara otomatis menggeser tali jemuran ke tempat yang lebih teduh. ”Hujan sekarang tidak bisa diprediksi kapan turun. Ibu rumah tangga jadi repot saat menjemur pakaian. Dengan alat ini, tidak usah repot lagi karena jemurannya sudah bisa bergeser sendiri,” timpal Edi. Secara umum, jemuran dengan penggerak ini barangkali terlihat sederhana, namun bila menilik manfaatnya, khususnya dalam musim penghujan seperti saat ini, alat sederhana ini akan sangat berguna. Kekaguman tentu kian bertambah saat menyadari bahwa ide sederhana yang brilian ini ternyata muncul dari pikiran sederhana siswa-siswa sekolah kejuruan yang dulu kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Peserta pameran lainnya adalah SMKN 2 Wonogiri yang menampilkan briket berbahan sampah organik. Informasi mengenai produk itu menyebutkan briket bioarang bisa menjadi energi alternatif di tengah makin langkanya minyak tanah. Berbeda dengan briket batubara, penggunaan briket bioarang harus melalui pengarangan agar menghasilkan panas yang tinggi. Bahan-bahan yang dipakai antara lain daun kering dan ampas gergajian kayu. - Esmasari Widyaningtyas [solopos.net]
Senin, Januari 28, 2008
Karanganyar - Setelah jasad Soeharto dimasukkan ke liang lahat, tabur bunga dilakukan keluarga Cendana. Setelah itu pasir pun dimasukkan ke liang kubur. Tabur bunga pertama dilakukan oleh putri sulung Soeharto, Tutut, di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/1/2008).
Kumpulan bunga warna pink dijumput Tutut dan ditaburkan ke liang lahat Soeharto sebanyak 3 kali. 5 Putra-putri Soeharto lainnya juga ikut menabur bunga pink maupun putih. Dilanjutkan dengan para menantu dan cucu Soeharto . Setelah itu keluarga kembali ke barisan. Acara dilanjutkan dengan penaburan pasir dengan sekop. Seperti ditayangkan TVRI secara live, Presiden SBY mendapat kesempatan pertama. Setelah menabur pasir dengan sekop ke atas peti jenazah Soeharto yang telah diselimuti bendera Merah Putih dan hamparan bunga tabur, SBY meninggalkan lokasi liang lahat. Selanjutnya pihak keluarga menaburkan pasir dengan sekop yang dilakukan putra Soeharto, Sigit. Kemudian para petugas makam membawa karung-karung pasir dan menuangkannya ke liang lahat
Suharto Family Portrait Original caption: Suharto family portrait. Photo shows the Indonesian President posing with his wife and children. Undated photograph. Image: © Bettmann/CORBIS
President Clinton with Indonesian President Suharto Image: © Wally McNamee/CORBIS Photographer: Wally McNamee Date Photographed: October 27, 1995 Location Information: Washington, DC, USA
Fifteh Deputy Premier Suharto Original caption: Close ups of Indonesian Fifth deputy premier Lt. Gen. Suharto. Image: © Bettmann/CORBIS Date Photographed: April 15, 1966 Location Information: Djakarta, Indonesia
Indonesian Fifth Deputy Premier Original caption: Close ups of Indonesian Fifth deputy premier Lt. Gen. Suharto. Image: © Bettmann/CORBIS Date Photographed: April 15, 1966 Location Information: Djakarta, Indonesia
President Nixon and Suharto Chatting Original caption: Washington: Indonesian President Suharto pays state visit to President Nixon at the White House. Photo shows Nixon and Suharto on reviewing stand during welcoming ceremonies. Image: © Bettmann/CORBIS Date Photographed: May 26, 1970 Location Information: Washington, DC, USA
Ronald Reagan Conferring with Suharto Original caption: Washington: President Reagan meets with Indonesian President Suharto in Oval Office 10/1, where the two leaders began their formal talks. Image: © Bettmann/CORBIS Photographer: Ronald T. Bennett Date Photographed: October 12, 1982 Location Information: Washington, DC, USA
President Nixon and Suharto Chatting Original caption: Washington: Indonesian President Suharto pays state visit to President Nixon at the White House. Photo shows Nixon and Suharto in Nixon's oval office. Image: © Bettmann/CORBIS Date Photographed: May 26, 1970 Location Information: Washington, DC, USA
Fifth Deputy Premier of Indonesia Original caption: Close ups of Indonesian Fifth deputy premier Lt. Gen. Suharto. Image: © Bettmann/CORBIS Date Photographed: April 15, 1966 Location Information: Djakarta, Indonesia
Suharto Suharto, president of Indonesia since 1967. When Suharto took office, he developed the New Order, aimed to rejuvenate the economy with help from Western investors. Image: © CORBIS Date Photographed: 20th century
Suharto Speaks at Press Conference Original caption: 7/1966-Djakarta, Indonesia- In one of his rare appearances with the press, Suharto announces the new "Cabinet of the People's Sufferings," which is currently laying the groundwork for the general's economic and political recovery program in Indonesia. Image: © Bettmann/CORBIS Date Photographed: July 1966 Location Information: Djakarta, Indonesia
President Suharto Addresses Parliament Original caption: 3/4/1967-Jakarta, Indonesia- Indonesia's "de factor" President Gen. Suharto (left) addresses Parliament March 4 for the first time since President Sukarno turned over full executive powers to him late last month. Suharto urged that Parliament be cautious in deciding whether to dismiss President Sukarno from his remaining titular position. Image: © Bettmann/CORBIS Date Photographed: March 4, 1967 Location Information: Jakarta, Indonesia
Suharto Head and Shoulders in Uniform Original caption: 7/1966-Djakarta, Indonesia- Shy and retiring, Suharto rarely grants an interview, but is always ready to flash a warm, Javanese smile. His career is marked with dedication, having enlisted in the ranks of the Indonesian Army at the age of 19. Today, at 45, he is a full general and commands the nation's armed forces. Some people believe he also commands President Sukarno. He is shown here posing in uniform. Image: © Bettmann/CORBIS Date Photographed: July 1966 Location Information: Djakarta, Indonesia
General Suharto at Microphone Original caption: 9/30/1966-Djakarta, Indonesia- Indonesian strongman General Suharto announces that former deputy premier Subandrio will go on trial for treason 10/1, the first anniversary of the attempted Communist coup in Indonesia. There are reports that President Sukarno may be forced to take the stand during Subandrio's trial and reveal for the first time his connections with the growth of Communist influence in Indonesia, prior to the takeover attempt. Image: © Bettmann/CORBIS Date Photographed: September 30, 1966 Location Information: Djakarta, Indonesia
First Indonesian Cabinet Meeting Original caption: 8/4/1966-Jakarta, Indonesia- Members of the new Indonesian cabinet, formed July 25th, await the start of their first meeting at Freedom Palace. From left are: Chairman of the Presidium General Suharto; President Sukarno; Senior Minister of Economics and Finance S.H. Buwono IX; and Senior Minister of Politics A. Malik. Image: © Bettmann/CORBIS Date Photographed: August 4, 1966 Location Information: Jakarta, Indonesia
Indonesian President Suharto with U Thant Indonesian President Suharto and his wife Siti meet United Nations Secretary General U Thant and his daughter Aye Aye at the United Nations Headquarters in New York. Image: © Bettmann/CORBIS Date Photographed: May 28, 1970 Location Information: Manhattan, New York, New York, USA
Indonesia - Former Indonesian President Suharto in Hospital Former Indonesian President Suharto lies on a bed as he is accompanied by his daughter SIti Hardiyanti Rukmana (L) after he had a Thallium scan at Pertamina hospital, in Jakarta. The health of Indonesia's ailing former dictator Suharto regressed today, with his heart weakening and hemoglobin count low despite receiving a blood transfusion. Image: © Jurnasyanto Sukarno/epa/Corbis Photographer: Jurnasyanto Sukarno Date Photographed: January 8, 2008 Location Information: Jakarta, Indonesia
Indonesian President Suharto and French President Georges Pompidou Indonesian President Suharto and French President Georges Pompidou at the entrance of the Elysee Palace during Suharto's official visit to France. Image: © Henri Bureau/Sygma/Corbis Photographer: Henri Bureau Date Photographed: November 13, 1972 Location Information: Paris, France
Suharto and Ronald Reagan Suharto and Ronald Reagan during Suharto's visit to the White House. Image: © Dennis Whitehead/Corbis Photographer: Dennis Whitehead Date Photographed: October 1982 Location Information: Washington, DC, USA
Indonesia - Politics - Former President Suharto Former Indonesian president Suharto waves to journalists shortly after being visited by former prime minister of Malaysia Mahatir Muhammad. The Attorney General may drop its plan to re-examine former president Suharto to determine whether he is fit to stand trial because it could cost too much money. Past efforts to bring Suharto to court on corruption and human rights charges have been derailed by a statement from a team of government doctors, which said the former president was unfit to stand trial because of brain damage and permanent injury to his nervous system. Image: © Mast Irham/epa/Corbis Photographer: Mast Irham Date Photographed: May 3, 2006 Location Information: Jakarta, Indonesia
Indonesian President Suharto Meets Indira Gandhi Indonesian President Suharto visits Indian Prime Minister Indira Gandhi in New Delhi. Image: © Kapoor Baldev/Sygma/Corbis Photographer: Kapoor Baldev Date Photographed: December 1980 Location Information: New Delhi, India
PRESIDENT WAHID VISITS EX-PRESIDENT SUHARTO Image: © JUFRI KEMAL/CORBIS SYGMA Photographer: KEMAL JUFRI Date Photographed: March 8, 2000
PRESIDENT WAHID VISITS EX-PRESIDENT SUHARTO Original caption: Yenny (Wahid's daughter), Abdurrahman Wahid, Suharto and his daughter, Siti Hardiyanta Rukmana. Image: © JUFRI KEMAL/CORBIS SYGMA Photographer: KEMAL JUFRI Date Photographed: March 8, 2000
PRESIDENT WAHID VISITS EX-PRESIDENT SUHARTO Image: © JUFRI KEMAL/CORBIS SYGMA Photographer: KEMAL JUFRI Date Photographed: March 8, 2000
SUHARTO'S RESIGNATION Original caption: The Indonesian dictator has decided to resign after 32 years of power. Image: © CORBIS SYGMA Photographer: Jacques Langevin Date Photographed: May 21, 1998
SUHARTO'S RESIGNATION Original caption: The Indonesian dictator has decided to resign after 32 years of power. Image: © CORBIS SYGMA Photographer: Jacques Langevin Date Photographed: May 21, 1998
FIRST EUROPE-ASIA SUMMIT IN BANGKOK Image: © Bernard Bisson/Sygma/Corbis Photographer: Bernard Bisson Date Photographed: March 2, 1996
SUMMIT FOR SOCIAL DEVELOPMENT IN COPENHAGEN Image: © Bernard Bisson/Sygma/Corbis Photographer: Bernard Bisson Date Photographed: March 12, 1995
HILLARY CLINTON ON THE FRINGES OF THE APEC SUMMIT Image: © MC NAMEE WALLY/CORBIS SYGMA Photographer: Wally McNamee Date Photographed: November 16, 1994
OFFICIAL VISIT OF PRESIDENT SUHARTO TO FRANCE Image: © Bernard Bisson/Sygma/Corbis Photographer: Bernard Bisson Date Photographed: November 24, 1992
OFFICIAL VISIT OF PRESIDENT SUHARTO TO FRANCE Image: © Bernard Bisson/Sygma/Corbis Photographer: Bernard Bisson Date Photographed: November 24, 1992
DAKAR: O.C.I. ISLAMIC SUMMIT: ARRIVAL Image: © ORBAN THIERRY/CORBIS SYGMA Photographer: Thierry Orban Date Photographed: December 9, 1991
The family has denied that it benefited unfairly from tax breaks and other favors and said government contracts had been subject to competitive bidding, a widely disputed assertion. At left, Mr. Suharto during his 86th birthday celebration in June 2007. Posted By:Tribeca
When he came to power, Mr. Suharto refused at first to move into the presidential palace, saying he preferred to live in his own modest house in Jakarta. During his years as president, however, his homes became palatial.
Like his predecessor Sukarno, left, Mr. Suharto, right, worked to forge national unity in a fractious country of 200 million people comprising 300 ethnic groups speaking 250 languages and inhabiting more than 17,000 islands spread over a 3,500-mile archipelago.
Suharto, right, with Gen. Abdul Haris Nasution in September 1966.
Mr. Suharto after he was forced from office. He managed to escape criminal prosecution for embezzling millions of dollars, possibly billions, by having himself declared too ill and mentally incapable to stand trial. A civil suit against him was pending at the time of his death.
Mr. Suharto and his family became notorious for controlling state enterprises and taking kickbacks for government contracts, for siphoning money from state charities, and for gross violations of human rights. At left, Mr. Suharto at the family's Tapos ranch in Bogor, West Java, Indonesia.
Mr. Suharto voted in the presidential elections on July 5, 2004, near his home in Jakarta.
Mr. Suharto with his 5-year-old son Hutomo Mandala Putra, popularly known as Tommy, on June 24, 1968.
President Suharto took the oath of office on March 11, 1968 in Jakarta. Mr. Suharto brought what became known as the New Order to Indonesia, but at the price of repression.
Maj. Gen. Suharto, left, in October 1965 with Gen. Sabur, commander of Sukarno's presidential guard. After 32 years as the leader of Indonesia, Mr. Suharto was forced from office in 1998. Mr. Suharto died from multiple organ failure on Jan. 27 at the age of 86.
Sukarno, left, fell from power in 1965 after an abortive leftist coup. Mr. Suharto, one of the few senior military officers to escape execution on the first day of that uprising, moved decisively against the insurgents and effectively took control of the country, but not before a blood bath left hundreds of thousands dead.
Mr. Suharto with Vice President Spiro Agnew, and Mrs. Suharto with Judy Agnew in Washington in May 1970.
Suharto Suharto during his visit to the White House. Image: © Dennis Whitehead/Corbis Photographer: Dennis Whitehead Date Photographed: October 1982 Location Information: Washington, DC, USA

Kontak Kami

Jl. Wijaya Kusuma
Giriwoyo - Wonogiri
57675

Email : giriwoyo@gmail.com

Arsip Blog