Populer

Pesan Singkat

Minggu, Maret 30, 2008
Hanya karena mengamati cara kerja lampu penerangan jalan, keduanya bisa menciptakan sebuah jemuran dengan penggerak yang berfungsi untuk mengantisipasi datangnya hujan. Dengan menggunakan semacam sensor air dan cahaya, saat hujan turun jemuran bisa otomatis bergerak ke tempat teduh. ”Sebenarnya idenya sederhana, prinsipnya sama dengan lampu merkuri di jalan. Lampu penerangan itu kan menyala otomatis saat gelap dan mati saat cuaca terang. Hanya penerapannya dibuat terbalik,” terang Eko saat ditemui Espos di sela-sela pameran hasil penelitian di Pendapa rumah dinas Bupati Wonogiri, Selasa (26/2).
Seperti prinsip kerja lampu penerangan jalan, prinsip jemuran otomatis ini pun cukup sederhana. Mulanya, jemuran yang dilengkapi dengan alat sensor cahaya dan air diletakkan di tempat yang sebagian terkena cahaya matahari sementara sebagian lainnya merupakan tempat teduh. Saat sinar matahari muncul, jemuran bisa diletakkan di bagian yang memiliki sinar cukup. Berikutnya, saat cahaya matahari mulai redup, sensor secara otomatis akan mengirim sinyal yang menggerakkan motor yang secara otomatis menggeser tali jemuran ke tempat yang lebih teduh. ”Hujan sekarang tidak bisa diprediksi kapan turun. Ibu rumah tangga jadi repot saat menjemur pakaian. Dengan alat ini, tidak usah repot lagi karena jemurannya sudah bisa bergeser sendiri,” timpal Edi. Secara umum, jemuran dengan penggerak ini barangkali terlihat sederhana, namun bila menilik manfaatnya, khususnya dalam musim penghujan seperti saat ini, alat sederhana ini akan sangat berguna. Kekaguman tentu kian bertambah saat menyadari bahwa ide sederhana yang brilian ini ternyata muncul dari pikiran sederhana siswa-siswa sekolah kejuruan yang dulu kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Peserta pameran lainnya adalah SMKN 2 Wonogiri yang menampilkan briket berbahan sampah organik. Informasi mengenai produk itu menyebutkan briket bioarang bisa menjadi energi alternatif di tengah makin langkanya minyak tanah. Berbeda dengan briket batubara, penggunaan briket bioarang harus melalui pengarangan agar menghasilkan panas yang tinggi. Bahan-bahan yang dipakai antara lain daun kering dan ampas gergajian kayu. - Esmasari Widyaningtyas [solopos.net]

0 komentar:

Posting Komentar