Populer

Pesan Singkat

Rabu, Januari 02, 2008
Wonogiri-Angin topan melanda sembilan desa/kelurahan di Kecamatan Pracimantoro dan Giriwoyo, Senin (31/12). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun warga membutuhkan bantuan genteng untuk mengganti genteng rumah mereka yang terbang dibawa angin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, Selasa (1/1), sebanyak 12 rumah rusak sedang dan 151 rumah rusak ringan. Diantaranya, 2 rumah di Tubokarto, 22 rumah di Gedong, 1 rumah di gebangharjo, 1 rumah di Joho, 77 rumah di Giriwoyo, 45 rumah di Sejati, 4 rumah di Sirnoboyo, 6 rumah di Tirtosuworo serta 7 rumah di Platarejo. Lurah Gedong, Pracimantoro, Tarmadi mengatakan angin kencang yang menyertai hujan terjadi Senin pukul 15.30 WIB. Dia menceritakan, suara angin itu cukup mengerikan sehingga warga berhamburan keluar rumah. Oleh: Trianto Hery Suryono [solopos.com] berita terkait : Diterjang angin ribut, 12 rumah rusak berat, 151 rusak ringan Bencana alam di pengujung 2007 masih melanda wilayah Wonogiri. Dua kecamatan diterjang angin ribut, Senin (31/12). Topan melanda sembilan desa/kelurahan di dua kecamatan, mengakibatkan 12 rumah rusak berat dan 151 rumah rusak ringan. Di Kecamatan Pracimantoro, angin ribut merusak rumah warga di tiga desa/kelurahan, sedangkan di Kecamatan Giriwoyo, angin ribut menerjang lima desa/kelurahan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun warga korban bencana membutuhkan bantuan genteng. Genteng dibutuhkan untuk mengganti genteng yang terbawa angin. Sebanyak 12 rumah mengalami rusak berat dan 151 rumah mengalami rusak ringan. Kades Tubokarto, Kecamatan Pracimantoro, Sriyanto, mengatakan dua rumah yang gentengnya beterbangan adalah milik Wariman dan Maslan, keduanya warga Mlangse Kidul. ”Kejadiannya Senin sore,” ujarnya, Selasa (1/1). Ditambahkan oleh Lurah Gedong, Pracimantoro, Tarmadi, angin kencang yang menyertai hujan terjadi Senin sekitar pukul 15.30 WIB. Dia menceritakan suara angin itu cukup mengerikan sehingga warga keluar rumah. Pohon-pohon, jelasnya, banyak yang tumbang namun tidak menimpa rumah. ”Di daerah kami ada 22 rumah yang rusak akibat angin ribut kemarin. 22 Rumah itu berada di Lingkungan Nongko,” jelasnya. Pemiliknya yaitu Sarno, Ranto, Pariyem, Karman, Sonomejo, Rukiyo, Tarman, Samin, Sarmin, Kartono, Muslimin, Parlan, Satiman, Miko dan Suharto. Selain itu juga, jelas Tarmadi, rumah milik Ngatino, Suwondo, Dwiyatno, Sukimin, Karsomo, Sanem dan Suwardi. Setelah angin berlalu, warga segera berbenah. ”Mulai tadi pagi dilakukan kerja bakti dan kami masih membutuhkan bantuan genteng walaupun rumah tempat tinggal sudah bisa ditempati kembali. Namun genteng paling ujung depan masih terlihat gowang (tidak penuh-red).” Terpisah, petugas sosial Kecamatan Pracimantoro, Gunar Setyawan, Selasa, mengambil bantuan ke Posko Bencana Alam di Kantor Pemkab Wonogiri. Dia menceritakan angin ribut juga merusak satu rumah di wilayah Semen, Joho, Pracimantoro. ”Di wilayah Mudal, Gebangharjo, angin topan merobohkan pohon dan menimpa rumah milik Slamet. Beruntung, karena amukan angin ribut tidak meluas sehingga orang yang punya kerja dan berada di sebelah rumah Pak Slamet, tidak terkena.” Di Kecamatan Giriwoyo, desa yang terkena terjangan topan adalah Giriwoyo, Sejati, Sirnoboyo, Tirtosuworo dan Platarejo. Camat Giriwoyo, Bhawarto, berharap perbaikan rumah selesai pekan ini. ”Kebanyakan genteng pecah dan berhamburan. Warga sudah kerja bakti dan melakukan tambal sulam genting. Ada yang mengganti dengan genteng kandang. Tadi kami juga sudah menyerahkan bantuan paku untuk memperbaiki rumah yang rusak sedang.” - tus [solopos.net]

0 komentar:

Posting Komentar