Populer

Pesan Singkat

Jumat, Mei 09, 2008
Tarif handphone naik memang menyesakkan dada. Namun membuang handphone jelas tak mungkin dilakukan. Handphone telah menjadi salah satu perangkat pendukung terpenting aktivitas sehari-hari. Sungguh menyebalkan jika tarifnya terus menanjak. Mungkin beberapa hal berikut bisa dilakukan untuk mensiasati agar pulsa tak menggelembung.
1. Ganti ke Pasca Bayar. Bagi yang masih memakai pra bayar segeralah beralih. Tak perlu khawatir harus berganti nomor. Sekarang hampir semua operator memberi kemudahan migrasi. Cukup datang ke kantor pusat layanan operator. Tarifnya jauh lebih murah. Sekedar contoh, tarif percakapan kartu Matrix pada jam sibuk (08.00 -22.00 WIB) per menit ke PSTN Rp. 503, 75 ; ke nomor sesama Indosat Rp. 812,5 ; dan ke seluler operator lain Rp. 910. Sementara pada Mentari pada waktu yang sama per menitnya ke PSTN Rp. 816 ; ke nomor sesama Indosat Rp. 1500 ; dan ke seluler operator lain Rp. 1713. Bahkan belum lama ini Telkomsel dan Indosat meluncurkan paket kartu pasca bayar yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Bila jeli memilih, Anda bisa menikmati tarif yang lebih ekonomis lagi. Ada tiga paket dari Telkomsel yaitu: free roaming, free 150 SMS, dan free Abonemen. Sementara Indosat mengeluarkan paket Matrix bebas roaming dan free abonemen. 2. Kurangi Menelepon Pada Jam Sibuk Bersyukurlah bagi pelanggan operator yang menerapkan tarif flat. Tak dibedakan argo pulsa antara siang atau malam. Pada kartu pra bayar hanya Simpati dan IM3 Smart yang tidak menggunakan tarif flat. Sedangkan untuk kartu pasca bayar, hampir semua operator membedakan tarif percakapan pada peak hour dan offpeak/ hari libur & raya. Rata-rata tarif percakapan pada jam sibuk per menitnya lebih mahal hingga 25 persen. 3. Gunakan SMS dan Layanan SMS Gratis. Paling mahal tarifnya cuma’ Rp. 350. Sedangkan SMS internasional Rp 500. Komunikasi juga tak kalah asyik dibanding menelepon. Jika tak harus menelepon lebih baik pakai layanan SMS. Apalagi kini tak terbatas hanya 160 karakter. Tentu Anda harus mengaktifkan fitur �long messages’ pada handphone Anda. Jika sedang selancar internet, manfaatkan layanan SMS gratisan. Anda bisa menggunakan layanan dari sms.ac, yahoo2SMS,atau mtnsms.com. Di paket kartu Halo Anda bisa SMS gratis sebanyak 150 kali. Lumayan kan? 4. Mulai Membiasakan Diri Dengan Layanan MMS. Ini lebih asyik lagi. Pesan bisa berupa gabungan suara, gambar, dan kata-kata sekaligus. Tak perlu khawatir dengan keterbatasan karakter. Sekali kirim bisa ribuan karakter. Dijamin uneg-uneg saat curhat’ bisa tertampung semua hanya dengan beberapa kali kirim MMS. Tarifnya paling mahal hanya Rp. 1250 per MMS. Bisa dihitung lagi dengan pasti. Bila menelepon pasti tidak akan terasa. Tahu-tahu pulsa jebol. 5. Mainkan Konten Handphone. Pas sendiri atau berada di tempat yang asing’, pasti Anda sering cari-cari kesibukan. Kirim SMS atau menelepon biasanya menjadi pilihan pertama. Kalau sudah begitu pulsa pasti kedodoran. Tentu Anda tak mau kan? Untuk menghilangkan rasa suntuk, sudah saatnya isi handphone dipakai semaksimal mungkin. Koleksi games dan ringtone bisa dimainkan. Agar tak membosankan rajin-rajinlah mengganti atau menambah koleksi itu. Biar tak ada lagi istilah bengong dan iseng menelepon teman setiap saat dimanapun Anda berada. 6. Manfaatkan layanan download gratis. Jangan terlalu banyak korbankan’ pulsa Anda untuk download games, ringtone, wallpaper. Kalau ada yang gratisan kenapa tidak. Memang sih Anda akan masih dibebani tarif akses data GPRS. Tetapi jangan terlalu khawatir sebab lumayan murah, rata-rata hanya Rp.25 per kilobite. Bahkan Mobile-8 cuma Rp. 5 per kilobite. Sedang harga konten gratis. Kunjungi saja situs semacam Tagtag.com. Koleksinya pun lumayan lengkap. Minimal bila tertarik pada konten yang disediakan content provider jangan buru-buru beli. Cari saja terlebih dulu di situs gratisan itu. Sumber: telset magazine - plaza pulsa
Rabu, April 30, 2008
SEMOGA BERMANFAAT ! Hari itu, Dina (32) meminta izin pulang lebih cepat dari kantornya. Sejak Pagi, Dina merasa pusing dan mual. Aku masuk angin nih, keluhnya pada Fahmi (35), suaminya melalui telepon.
Setiba di rumah, Dina memesan bubur ayam serta teh panas untuk mengurangi rasa tak enak badan yang dideritanya. Setelah kerokan, ia mengoleskan minyak kayu putih ke seluruh badannya, sebelum beranjak tidur. Lepas senja, Dina belum bangun juga, Fahmi yang baru saja pulang kantor. Menengok ke kamar, ditempat tidur Dina memang masih tertelungkup, tapi.... sudah tak bernapas lagi! Wajahnya kebiruan, tampaknya, Dina menahan rasa sakit sesaat sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Selain panik, suaminya juga bingung, Sejauh diketahuinya, selama ini kondisi kesehatan Dina baik-baik saja. Bahkan istrinya itu tergolong wanita gesit yang memiliki segudang aktivitas setiap harinya, Lantas, Penyakit tersembunyi apakah yang merenggut nyawa Dina? *** menurut dr. H. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi dari RS Pusat Pertamina, yang dialami Dina adalah Angina Pectoris. Orang-orang kita dulu biasa menyebutnya sebagai penyakit angin duduk. Gejalanya memang mirip masuk angin biasa, hanya sedikit lebih berat. Tak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan. Masuk angin yang satu ini ternyata bukanlah masuk angin biasa. Yang biasa disebut angin duduk sesungguhnya adalah salah satu gejala penyakit jantung koroner, yang jika tidak segera ditangani penderitanya bisa langsung meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan pertama dr. Joko mengingatkan. Karena itu, kematian yang terjadi sama sekali bukan akibat kerokan atau pengolesan minyak angin, seperti yang dilakukan Dina, melainkan karena tidak terdeteksinya kelainan pada jantung penderita. Padahal, seandainya sepulang kantor Dina langsung pergi ke Rumah Sakit atau ke dokter, dan bukannya malah kerokan dirumah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan sang penyakit, mungkin nyawanya masih sempat terselamatkan. Ciri-ciri pusing, mual dan kembung yang dialami penderita Angina pectorismemang nyaris serupa dengan penyakit masuk angin biasa. Hanya penderita juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar keringat sebesar jagung, serta badan terasa dingin. Sayangnya, hal ini sering tidak disadari sebagai indikasi adanya gangguan pada jantung yang sifatnya kritis. Menurut dr, joko, 20% dari keluhan angina pectoris yang diperiksakan ke dokter atau rumah sakit ternyata terdeteksi sebagai penyakit jantung koroner akut. Penyakit ini merupakan gangguan pada jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner, sehingga darah tidak mampu mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh jaringan dinding rongga jantung. Karena itu, jika tidak terdeteksi sejak awal, penderitanya bisa mengalami sudden death. Penyakit angina pectoris itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman berkepanjangan, yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya tekanan darah yang memompa jantung. Akibatnya, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen. Karena jantung tidak mampu memompa dengan sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit. PERBAIKI GAYA HIDUP Sumber masalah sesungguhnya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi) . Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal : - Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi. - Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus); - Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh.darah akibat kejang yang terus menerus. - Keempat, infeksi pada pembuluh darah. Gaya hidup masa kini yang kurang sehat dan tidak teratur adalah pemicunya tegas dr, Joko. Menurutnya, Zaman sekarang orang cenderung melupakan pentingnya olahraga hidup dalam kondisi stress, sering tidur larut malam, dan sering mencoba bermacam pola diet yang tidak sehat. Kurang atau tak pernah olahraga akan menghambat kelancaran metabolisme tubuh. Akibatnya, akan terjadi pengendapan lemak yang perlahan-lahan dapat menyumbat lajunya aliran darah ke jantung. Sementara itu, orang sekarang banyak yang mengaku tak punya cukup waktu oalahraga, menjaga diri dari kemungkinan obesitas (kelebihan berat badan) juga berperan penting untuk kesehatan jantung, karena kelebihan lemak dapat meminimalkan gerak pompa jantung, Jadi jaga ukuran pinggang anda, karena perutlah semua jenis lemak menumpuk. Untuk wanita, maksimal 80 cm, dan untuk pria, maksimal 90 Cm, karena jaga pola makan, hindari Junk Food, perbanyak asupan buah dan sayuran serta fiber. Menjauhkan diri dari stress, juga bisa mencegah kita dari penyakit jantung koroner, Pasalnya, dalam keadaan stress kinerja tubuh serta otak dipaksa untuk bekerja secara berlebihan, Hasilnya, kondisi tubuh selalu dalam keadaan letih dan porsi istirahat berkurang. Kurangnya istirahat dapat mengakibatkan pengentalan darah, yang dapat meningkatkan hormon adrenalin, akibatnya bisa ditebak serangan jantung lebih gampang terjadi Orang yang emosi-an juga perlu diperhatikan (Selalu marah-marah. .. setiap saat...ada ga ya orang kayak gini..), Pasalnya, dalam marah-marah (Otak panas, napas memburu, jantungpun berdebar keras, kadang samapi tubuh bergetar, darah bergerak cepat), jika kondisi darah bergerak cepat, sedangkan ada penyumbatan di pembuluh darah...wouw. ..bisa dibayangkan darah akan berkumpul disuatu tempat (pembuluh darah) dan karena tidak kuat menampung banyaknya darah yang datang pembuluh yang halus itupun pecah dan sudah bisa ditebak orang itupun akan koleps atau bisa merengang nyawa, o ya..kondisi ini juga berlaku ketika dia berolahraga ekstra keras (seperti main bola, yang dituntut berlari2 bolak-balik terus menerus), itu juga memicu jantung berdebar dan darah bergerak cepat, dan jika dia mempunyai sumbatan2 dalam tubuhnya yang tidak diketahui, maka kejadian pembuluh darah pecahpun akan menimpanya (seprti Almarhum Benyamin S dan Basuki, mereka meninggal selagi bermain bola). Wuiiih..ngeri ya...ya kalo udah seumur kita sih, harusnya udah ga cocok lagi untuk olahraga2 keras macam gitu, karena kita ga tau didalam tubuh kita (adakah penyumbatan atau tidak?) yang ringan2 aja lah seperti jalan kaki, jogging, senam, bersepeda santai, atau olahraga pernapasan, dll yang terakhir kebiasaan merokok serta mengkonsumsi minuman beralkohol juga berdampak negatif pada jantung, apalagi bila kebiasaan jelek ini dilakukan sejak usia remaja. *** Ada beribu jalan untuk hidup sehat, Tuhan memberikan kita sesuatu yang luar biasa banyaknya, setiap ada penyakit pasti Tuhan memberikan obatnya, tapi bukan itu masalahnya, pola hidup sehat dan seimbang harus kita jalani, Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, mudah-mudahan berguna: 1. Minum Air putih minimal 8 gelas sehari 2. Banyak makan buah-buahan dan sayuran (serat alami) 3. Hindari stress, dan selalu sabar 4. Perbanyak berpuasa 5. Tidur yang cukup dan olahraga ringan diusahakan rutin Gampangkan, O ya satu lagi, Tuhan menciptakan dunia ini berpasangan ada Surga ada neraka, ada pria ada wanita, ada putih ada hitam, ada baik ada jahat, ada manis ada pahit, kesimpulannya jika kita banyak makan-makanan yang manis seperti coklat, teh manis, kopi susu, mimunam kaleng, dll. Usahakan...sekali lagi..usahakan seminggu sekali atau beberapa hari sekali makan yang pahit2 seperti Rebusan air sambiloto, makan pare, minum jahe atau jus mengkudu, makan bawang putih, dll Dan jika kita merasa sering makan-makanan yang berlemak atau berlebih seperti daging, jeroan, sering ngemil, makan 2 piring atau selalu nambah usahakan...sekali lagi..usahakan berpuasalah sesering mungkin untuk mengimbanginya, atau minum madu atau minum/makan jinten item (habatussauda. .) Oke guys...mulai sekarang kita berusaha untuk hidup sehat dan seimbang, agar kita bisa hidup dan beribadah dengan tenang... [Estimator]
Minggu, April 27, 2008
Giriwoyo - Eko Winarto, 25, warga Lingkungan Giritontro Kidul, dan Supriyanto, 26, warga Lingkungan Giritontro Lor, Kelurahan Giritontro, Kecamatan Giritontro, Wonogiri, Sabtu (26/4), ditemukan tewas tenggelam saat memancing di Waduk Nawangan, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri.
Berdasarkan informasi yang diterima Espos dari Kapolres Wonogiri, AKBP Agus Jaka Santosa melalui Kapolsek Giriwoyo, AKP Darmanto, pencarian terhadap korban dilakukan Tim SAR dan beberapa warga. Pada sekitar pukul 20.30 WIB, Eko ditemukan telah tewas dengan kondisi masih memegang alat pancing. Sementara Supriyanto ditemukan tenggelam di dasar waduk pada kedalaman 16 meter sekitar pukul 21.30 WIB. - tus [solopos.net]
Selasa, April 08, 2008
Giriwoyo - Acara Tilik Desa Bupati di Desa Bulurejo dan Ngancar, Giriwoyo, Senin (7/4), dimanfaatkan warga untuk menyindir Bupati. Di sepanjang jalan menuju lokasi, warga memasang aneka spanduk. Misalnya, spanduk bertuliskan ucapan selamat datang Bupati di desa yang mengalami kerusakan jalan dan jembatan cukup parah. ”Jalan yang belum diperbaiki sepanjang 2 km, sedang jalan yang belum diaspal sepanjang 3 km. Padahal, kami telah mengajukan permintaan sejak 2005/ 2006 lalu,” jelas Camat Giriwoyo Bhawaro.