Populer
-
Suharto Family Portrait Original caption: Suharto family portrait. Photo shows the Indonesian President posing with his wife and children. U...
-
BATURETNO – Kasus peredaran foto seronok yang diperagakan oleh gadis SMP swasta di kecamatan Katuretno kian jelas. Pelakunya adalah pelajar...
-
Inna Lillahi Wa Innaillaihi Roji'un Telah Meninggal Dunia Mantan Presiden Haji Mohammad Soeharto 13.10 WIB ( Minggu, 27 Januari 2008...
Pesan Singkat
Senin, Januari 28, 2008

Kumpulan bunga warna pink dijumput Tutut dan ditaburkan ke liang lahat Soeharto sebanyak 3 kali. 5 Putra-putri Soeharto lainnya juga ikut menabur bunga pink maupun putih. Dilanjutkan dengan para menantu dan cucu Soeharto .
Setelah itu keluarga kembali ke barisan. Acara dilanjutkan dengan penaburan pasir dengan sekop. Seperti ditayangkan TVRI secara live, Presiden SBY mendapat kesempatan pertama.
Setelah menabur pasir dengan sekop ke atas peti jenazah Soeharto yang telah diselimuti bendera Merah Putih dan hamparan bunga tabur, SBY meninggalkan lokasi liang lahat.
Selanjutnya pihak keluarga menaburkan pasir dengan sekop yang dilakukan putra Soeharto, Sigit. Kemudian para petugas makam membawa karung-karung pasir dan menuangkannya ke liang lahat

































Minggu, Januari 27, 2008

Inna Lillahi Wa Innaillaihi Roji'un
Telah Meninggal Dunia Mantan Presiden Haji Mohammad Soeharto 13.10 WIB ( Minggu, 27 Januari 2008 )
Segenap jajaran moderator Kaskus turut berduka cita, Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya
Terimakasih atas apa yang telah beliau lakukan untuk membangun Indonesia, dan Maafkanlah dosa beliau atas apa yang telah beliau perbuat.
Semoga arwah beliau di terima di sisi-Nya, dan tabahkanlah hati para orang yang ditinggalkannya.
SELAMAT JALAN JENDRAL BESAR
Doa Kami Selalu menyertaimu
Mantan Presiden Soeharto Wafat
Presiden RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008. Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan sebagai Bapak Pembangunan Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai 27 Januari 2008) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.
Berita wafatnya Pak Harto pertama kali diinformasikan Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol. Dicky Sonandi, di Jakarta, Minggu (27/1). Kemudian secara resmi Tim Dokter Kepresidenan menyampaikan siaran pers tentang wafatnya Pak Harto tepat pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008 di RSPP Jakarta akibat kegagalan multi organ.
Kemudian sekira pukul 14.40, jenazah mantan Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8, Menteng, Jakarta. Ambulan yang mengusung jenazah Pak Harto diiringi sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawal. Sejumlah wartawan merangsek mendekat ketika iring-iringan kendaraan itu bergerak menuju Jalan Cendana, mengakibatkan seorang wartawati televisi tertabrak.
Di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat menyambut kedatangan iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Harto. Isak tangis warga pecah begitu rangkaian kendaraan yang membawa jenazah mantan Presiden Soeharto memasuki Jalan Cendana, sekira pukul 14.55, Minggu (27/1).
Seementara itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri yang tengah mengikuti rapat kabinet terbatas tentang ketahanan pangan, menyempatkan mengadakan jumpa pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Presiden RI Kedua Haji Muhammad Soeharto.
"Hari ini, kita semua berduka dengan wafatnya Bapak Haji Muhammad Soeharto, Presiden RI kedua karena sakit," kata Presiden SBY. Presiden atas nama negara, rakyat, pemerintah dan pribadi mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Soeharto.
Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum agar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT sesuai pengabdian, jasa, amal baiknya, baik kepada masyarakat, bangsa, negara, dan dalam kehidupan umat manusia.
Presiden juga mengajak rakyat mendoakan agar keluarga Pak Harto yang ditinggalkan tabah dan tawakal menghadapi cobaan yang maha besar. "Terus lihat ke depan untuk menyongsong hari esok yang lebih baik," ujarnya.
“Penghormatan setinggi-tingginya layak diberikan kepada Pak Harto sebagai satu dari putra terbaik bangsa yang amat besar jasanya kepada bangsa dan Negara,” ujar Presiden. Jumpa per situ diakhiri oleh Presiden dengan mengajak semua peserta jumpa pers yang beragama Islam mengucapkan Alfatihah.
Astana Giribangun
Menurut informasi yang diperoleh Tokoh Indonesia dari keluarga di Cendana, direncanakan jenazah mantan Presiden Soeharto akan diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Cendana, Senin (28/1), pukul 09.00 WIB menuju Bandara Halim Perdanakusumah. Selanjutnya, jenazah akan diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusumah ke Solo pukul 10.00 WIB. Untuk kemudian dimakamkan di Astana Giribangun, Solo, Senin (28/1).
Prosesi pemberangkatan jenazah akan dilakukan dengan penghormatan khusus sebagai mantan pejabat negara. namun, belum dipastikan di mana prosesi penghormatan akan dilakukan. Ketua DPR Agung Laksono akan memimpin upacara pelepasan dari Jalan Cendana No.8 Jakarta Pusat. Kemudian, menurut informasi dari Istana Wapres, Wapres Jusuf Kalla akan melepas jenasah diberangkatkan dengan pesawat dari Lanud Halim Perdana Kusuma menuju Solo.
Kemudian, Presiden SBY akan menerima jenazahnya di Solo, sekaligus memimpin upacara pemakaman di Astana Giribangun, Karanganyar, Senin (28/1). Pak Harto akan dimakamkan di sisi makam istrinya, Alm. Ibu Tien Soeharto. Berkaitan dengan itu, seluruh jadual kepresidenan hari ini dan esok dibatalkan. Termasuk membatalkan agenda Presiden ke Bali yang seharusnya menghadiri acara Konferensi tentang Korupsi se-Dunia.
Sebelumnya, Mingu Sore pukul 16.00 WIB, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, lebih dulu melawat ke Cendana.
Berkabung 7 Hari
Sementara itu, pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Minggu (27/1) secara resmi menyatakan hari berkabung nasional selama tujuh hari mulai 27 Januari-2 Februari 2008. Sehubungan dengan itu, pemerintah menginstruksikan pengibaran bendera merah putih setengah tiang untuk seluruh kantor/instansi pemerintah, perwakilan RI di luar negeri, kantor swasta, dan masyarakat luas selama tujuh hari, mulai 27 Januari-2 Februari 2008.
Instruksi berkabung nasional dengan pengibaran bendera setengah tiang selama tujuh hari itu didasarkan pada PP Nomor 62 Tahun 1990. Hatta juga menjelaskan secara resmi keterangan pemerintah atas meninggalnya mantan Presiden Soeharto atas dasar keterangan tim dokter kepresidenan. Soeharto meninggal di RSPP, Jakarta, 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB. "Soeharto akan dimakamkan di makam keluarga di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin, 28 Januari 2008 dengan inspektur upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ujarnya.
Selasa, Januari 15, 2008
Wonogiri (Espos)- Kasus kriminal yang terjadi wilayah hukum Polres Wonogiri terendah dibanding daerah lain di Soloraya. Sepanjang tahun 2007, kasus kriminal di Kota Gaplek sebanyak 195 kasus, dan 151 kasus di antaranya telah terselesaikan.
Hal itu diungkapkan Kapolwil Surakarta, Kombes Pol Yotje Mende saat memberikan sambutan dalam upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kapolres Wonogiri di Mapolres setempat, Senin (14/1). Pada kesempatan tersebut, Kapolwil melantik AKBP Agus Jaka Santosa yang menggantikan AKBP Dien Irhastini sebagai Kapolres.
Selanjutnya, AKBP Dien Irhastini pindah tugas ke Inspektorat Bidang Operasi (Irbidops) Inspektorat Pengawasan Daerah Polda Jawa Tengah (Jateng). Sedangkan AKBP Agus Jaka Santosa, sebelumnya menjabat Kapolres Aceh Tamiang di Polda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Lebih lanjut Kapolwil meminta Kapolres baru tetap mengupayakan dan menekan angka kejahatan dan kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) dengan berpedoman pada kebijakan Kapolri yang tertuang dalam rencana strategis (Renstra) Polri tahun 2005-2009 tentang penerapan perpolisian masyarakat atau Polmas.
Oleh: Trianto Hery Suryono
[solopos.com]
Senin, Januari 07, 2008
Minggu, Januari 06, 2008

Dari semalam, keadaannya sudah membaik. Semalam tidur dengan tenang karena kecapaian, kata Koordinator Dokter Spesialis Djoko Rahardjo saat dicegat wartawan di RS Pusat Pertamina, Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan, Minggu (6/1/2008).
Seperti biasa, kata Djoko, tim dokter akan melakukan pemeriksaan rutin pada pukul 08.30 WIB. Selanjutnya, hasil pemeriksaan akan disebarluaskan kepada media pukul 09.30 WIB.
Tindakan kemarin hanya disedot cairan dari tubuhnya saja, ungkap Djoko.
Seperti dilaporkan sebelumnya, kondisi pria 87 tahun itu sempat ngedrop akibat pengumpulan cairan di sejumlah bagian tubuh yang mengakibatkan fungsi ginjalnya terganggu. Namun setelah dokter berhasil mengeluarkan cairan di dadanya, kondisi Soeharto berangsur membaik. ( ken / nrl, sumber ditik.com )
Rabu, Januari 02, 2008
Wonogiri-Angin topan melanda sembilan desa/kelurahan di Kecamatan Pracimantoro dan Giriwoyo, Senin (31/12). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun warga membutuhkan bantuan genteng untuk mengganti genteng rumah mereka yang terbang dibawa angin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, Selasa (1/1), sebanyak 12 rumah rusak sedang dan 151 rumah rusak ringan. Diantaranya, 2 rumah di Tubokarto, 22 rumah di Gedong, 1 rumah di gebangharjo, 1 rumah di Joho, 77 rumah di Giriwoyo, 45 rumah di Sejati, 4 rumah di Sirnoboyo, 6 rumah di Tirtosuworo serta 7 rumah di Platarejo.
Lurah Gedong, Pracimantoro, Tarmadi mengatakan angin kencang yang menyertai hujan terjadi Senin pukul 15.30 WIB. Dia menceritakan, suara angin itu cukup mengerikan sehingga warga berhamburan keluar rumah.
Oleh: Trianto Hery Suryono [solopos.com]
berita terkait :
Diterjang angin ribut, 12 rumah rusak berat, 151 rusak ringan
Bencana alam di pengujung 2007 masih melanda wilayah Wonogiri. Dua kecamatan diterjang angin ribut, Senin (31/12). Topan melanda sembilan desa/kelurahan di dua kecamatan, mengakibatkan 12 rumah rusak berat dan 151 rumah rusak ringan.
Di Kecamatan Pracimantoro, angin ribut merusak rumah warga di tiga desa/kelurahan, sedangkan di Kecamatan Giriwoyo, angin ribut menerjang lima desa/kelurahan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun warga korban bencana membutuhkan bantuan genteng. Genteng dibutuhkan untuk mengganti genteng yang terbawa angin. Sebanyak 12 rumah mengalami rusak berat dan 151 rumah mengalami rusak ringan.
Kades Tubokarto, Kecamatan Pracimantoro, Sriyanto, mengatakan dua rumah yang gentengnya beterbangan adalah milik Wariman dan Maslan, keduanya warga Mlangse Kidul. ”Kejadiannya Senin sore,” ujarnya, Selasa (1/1).
Ditambahkan oleh Lurah Gedong, Pracimantoro, Tarmadi, angin kencang yang menyertai hujan terjadi Senin sekitar pukul 15.30 WIB. Dia menceritakan suara angin itu cukup mengerikan sehingga warga keluar rumah. Pohon-pohon, jelasnya, banyak yang tumbang namun tidak menimpa rumah.
”Di daerah kami ada 22 rumah yang rusak akibat angin ribut kemarin. 22 Rumah itu berada di Lingkungan Nongko,” jelasnya.
Pemiliknya yaitu Sarno, Ranto, Pariyem, Karman, Sonomejo, Rukiyo, Tarman, Samin, Sarmin, Kartono, Muslimin, Parlan, Satiman, Miko dan Suharto. Selain itu juga, jelas Tarmadi, rumah milik Ngatino, Suwondo, Dwiyatno, Sukimin, Karsomo, Sanem dan Suwardi. Setelah angin berlalu, warga segera berbenah.
”Mulai tadi pagi dilakukan kerja bakti dan kami masih membutuhkan bantuan genteng walaupun rumah tempat tinggal sudah bisa ditempati kembali. Namun genteng paling ujung depan masih terlihat gowang (tidak penuh-red).”
Terpisah, petugas sosial Kecamatan Pracimantoro, Gunar Setyawan, Selasa, mengambil bantuan ke Posko Bencana Alam di Kantor Pemkab Wonogiri. Dia menceritakan angin ribut juga merusak satu rumah di wilayah Semen, Joho, Pracimantoro.
”Di wilayah Mudal, Gebangharjo, angin topan merobohkan pohon dan menimpa rumah milik Slamet. Beruntung, karena amukan angin ribut tidak meluas sehingga orang yang punya kerja dan berada di sebelah rumah Pak Slamet, tidak terkena.”
Di Kecamatan Giriwoyo, desa yang terkena terjangan topan adalah Giriwoyo, Sejati, Sirnoboyo, Tirtosuworo dan Platarejo.
Camat Giriwoyo, Bhawarto, berharap perbaikan rumah selesai pekan ini. ”Kebanyakan genteng pecah dan berhamburan. Warga sudah kerja bakti dan melakukan tambal sulam genting. Ada yang mengganti dengan genteng kandang. Tadi kami juga sudah menyerahkan bantuan paku untuk memperbaiki rumah yang rusak sedang.” - tus
[solopos.net]
Langganan:
Postingan
(Atom)